BEI Panggil Samuel Sekuritas Terkait Polemik Target Harga Saham RLCO Rp 80.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meminta klarifikasi kepada PT Samuel Sekuritas Indonesia menyusul polemik yang muncul dari riset perusahaan sekuritas tersebut, khususnya terkait proyeksi target harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang disebut berpotensi mencapai Rp80.000 per saham.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan pemanggilan terhadap Samuel Sekuritas telah dilakukan. “Kita kalau nggak salah kita udah sempat panggil. Nanti saya mesti nanya lagi ke teman-teman ya. (Sudah dipanggil?) Seingat saya, sudah saya panggil,” ujar Irvan kepada awak media saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Irvan menambahkan, BEI juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas langkah selanjutnya terkait isu tersebut. “Kita diskusikan dulu sama OJK mau gimana,” lanjutnya.
Sebelumnya, Samuel Sekuritas Indonesia memberikan penjelasan atas sorotan pasar terhadap riset yang menetapkan target harga saham RLCO di level Rp 80.000 per saham. Riset tersebut sempat dikaitkan dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia.
Target harga itu menuai perdebatan karena merefleksikan potensi kenaikan sekitar 1.216% dibandingkan harga terakhir saham RLCO yang berada di kisaran Rp 6.075 pada penutupan perdagangan sesi I (9/2/2026). Di sisi lain, RLCO tercatat sebagai emiten yang relatif baru melantai di BEI, yakni pada Senin (8/12/2025).
Baca Juga
Samuel Sekuritas: Target Harga Saham RLCO Rp 80.000 Berdasarkan Hasil Analisis
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menegaskan bahwa target harga tersebut murni disusun berdasarkan perhitungan internal perusahaan dan tidak berhubungan dengan kebijakan maupun keputusan MSCI. “Tentunya kami memiliki hitungan dan asumsi kami,” ucap Harry saat dihubungi investortrust.id Kamis, (29/1/2026).
Ia juga menekankan bahwa riset tersebut tidak berkaitan dengan isu MSCI. “Ini tidak ada hubungan nya dengan msci, karena MSCI itu sudah minta shareholder transparency ke indonesia dari September tahun lalu,” katanya.
Mengacu pada riset Samuel Sekuritas yang dirilis Senin (26/1/2026), potensi kenaikan saham RLCO ditopang oleh prospek kinerja perseroan yang dinilai masih solid. Faktor pendukungnya antara lain pertumbuhan ekspor sarang burung walet serta meningkatnya permintaan produk wellness di segmen makanan dan minuman (food and beverage/F&B).
Dalam riset tersebut, RLCO diproyeksikan mampu membukukan pertumbuhan pendapatan dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 21,5% pada periode 2024-2027. Proyeksi ini didukung oleh permintaan luar negeri yang tetap kuat serta kondisi industri yang dinilai masih kondusif bagi kinerja perseroan ke depan.

