Grab Tambah 2,13% Saham Superbank (SUPA) Gelontorkan Rp 667,38 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Grab Holdings melalui entitas usahanya A5-DB Holdings Pte Ltd menggelontorkan dana sebesar Rp 667,38 miliar untuk menambah kepemilikan 724,17 juta saham atau setara 2,13% saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank. Aksi pembelian dilakukan saat harga saham SUPA mengalami penurunan.
Berdasarkan keterbukaan informasi manajemen SUPA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/2/2026), pembelian saham dilakukan secara bertahap sepanjang 27 Januari hingga 5 Februari 2026 dengan harga pelaksanaan yang bervariasi. Manajemen menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan dengan tujuan investasi.
Baca Juga
Bukit Uluwatu (BUVA) Tegaskan Tak Terlibat dalam Kasus Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal MPAM
Rinciannya, Grab membeli 76,8 juta saham SUPA pada 28 Januari 2026 dengan harga Rp 927 per saham. Selanjutnya, perseroan memborong 62 juta saham pada 30 Januari 2026 di harga Rp 960, serta 77 juta saham pada 2 Februari 2026 dengan harga Rp 846 per saham.
Aksi akumulasi berlanjut pada awal Februari 2026. Grab membeli 150,30 juta saham SUPA pada 3 Februari dengan harga Rp 892, kemudian 185,27 juta saham pada 4 Februari di harga Rp 909, dan terakhir 102,12 juta saham pada 5 Februari 2026 dengan harga Rp 937 per saham.
Baca Juga
Modal Inti Tembus Rp 8 Triliun, Superbank (SUPA) Resmi Naik Kelas ke KBMI 2 Usai IPO Saham
Sebelumnya, Grab juga telah lebih dulu menambah kepemilikan saham SUPA pada Januari 2026. Perseroan membeli 209 juta saham pada 14 Januari 2026 dengan harga Rp 1.035 per saham. Aksi serupa dilanjutkan dengan pembelian 103,41 juta saham pada 15 Januari di harga Rp 1.065, serta 50,30 juta saham pada 19 Januari 2026 dengan harga Rp 1.112 per saham.
Serangkaian transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan saham SUPA oleh Grab meningkat dari sebelumnya 11,10% menjadi 13,23%. Sementara itu, pengendali utama SUPA masih dipegang oleh Emtek melalui Elang Media dengan kepemilikan 27,59%, disusul Kudo Teknologi yang menguasai 16,69% saham.

