BEI Bidik Tambahan 50.000 Investor Syariah Baru pada 2026
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penambahan 50.000 investor syariah baru pada 2026. Target tersebut setara sekitar 23% dari total investor syariah pada 2024 yang mencapai 217.000 single investor identification (SID).
Target ini jauh lebih tinggi dari sasaran tahun sebelumnya dipatok 13.500 investor. Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh menilai bahwa target tersebut realistis, mengingat penambahan investor syariah sepanjang 2025 mencapai 47.000 SID.
Baca Juga
5 MI Antre Terbitkan ETF Emas Syariah, BEI Optimistis POJK Rampung Kuartal I-2025
“Saya selalu optimistis pada prospek pasar modal syariah karena secara historis pertumbuhannya luar biasa. Kami menargetkan investor saham syariah mencapai 200.000 dalam dua tahun, tetapi target itu sudah tercapai di 2025,” ujar Irwan usai mengisi diskusi terbatas pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Irwan menambahkan, kinerja saham syariah juga menunjukkan tren positif yang konsisten. Pangsa pasar saham syariah tercatat mendominasi dengan market share di atas 60%.
“Secara kapitalisasi pasar, produknya sudah kuat. Investornya juga bertumbuh signifikan, bahkan nilai transaksi investor syariah pada 2025 sudah mencapai triliunan rupiah. Secara historis, pertumbuhannya sangat bagus,” lanjutnya.
Optimisme BEI terhadap pengembangan pasar mod
Baca Juga
Kadin Dorong Ekonomi Syariah Jadi Mesin Pertumbuhan Berkelanjutan Nasional
al syariah juga ditopang oleh kesiapan pasar domestik yang semakin solid. Setelah lebih dari 15 tahun berkembang, pasar modal syariah Indonesia dinilai telah melewati fase penguatan di dalam negeri.
Ke depan, BEI akan mengarahkan fokus pada ekspansi global melalui pelaksanaan Syaria Investment Week 2026. Melalui agenda tersebut, BEI berharap produk dan ekosistem pasar modal syariah Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kita sudah saatnya scale up. Momennya tepat karena pertumbuhan pasar syariah di Malaysia mulai melambat. Kuartal I-2025 juga akan ada produk baru yang menarik, yakni ETF Gold Syariah yang sudah mengantongi fatwa. Intinya, pasar modal syariah itu never die,” pungkas Irwan.
