IHSG Sesi I Ditutup Melesat 1,18%, Saham BBCA Jadi Pendorong Utama
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (30/1/2026), ditutup melesat 96,95 poin (1,18%) menjadi 8.329. Rentang pergerakan 8.167-8408 dengan nilai transaksi Rp 18,01 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor transportasi melesat 5,64%, sektor keuangan 2,32%, non primer sebanyak 1,86%, sektor property 1,80%, dan sektor energi naik 1,05%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, industry, dan material dasar.
Baca Juga
Pengganti Powell Segera Diumumkan, Trump Sebut Sudah Tentukan Pilihan
Kenaikan itu juga ditopang penguatan saham-saham big cap, seperti saham BBCA melesat 3,47% menjadi Rp 7.450, BBRI naik 1,59% menjadi Rp 3.840, BYAN menguat 2,38% menjadi Rp 16.100, dan AMMN naik 2,80% menjadi Rp 7.350.
Adapun saham dengan penguatan paling pesat sesi I, yaitu saham ESTI naik 32,67% menjadi Rp 199, FIRE naik 27,15% menjadi Rp 192, dan PNSE menguat 21,43% menjadi Rp 765.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 88,36 poin (1,06%) menjadi 8.232, meskipun IHSG sempat anjlok 839 poin atau lebih dari 10% menjadi 7.481 pada intraday sesi I. Pemodal asing juga masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 4,44 triliun dengan sumbangan terbesar saham BBCA senilai Rp 2,05 triliun.
Adapun penurunan IHSG dalam dua hari lalu telah lebih dari 8%. Penurunan drastic setelah MSCI menangguhkan saham-saham Indonesia dalam perhitungan indeks MSCI dan meminta adanya transparansi kepemilikan saham emiten yang tercatat. OJK bersama SRO juga berencana menaikkan free float saham menjadi 15% sebagai respons tuntutan MSCI tersebut.
Penurunan dalam indeks kemarin dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, kecualisaham sektor transportasi yang baik 0,76%. Penurunan paling dalam melanda saham sektor konsumer primer, kesehatan, property hingga energi.

