BEI Unsuspensi Saham GRPM dan AIMS Hari Ini, Lompatan Harga Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan dua saham mulai Senin, 26 Januari 2026. Kedua saham tersebut adalah PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) beserta Waran Seri I (GRPM-W) dan PT Artha Mahiya Investama Tbk. (AIMS).
BEI dalam pengumuman resminya di Jakarta, akhir pekan lalu, menyebutkan bahwa suspense atas perdagangan saham GRPM, GRPM-W, dan AIMS dibuka kembali mulai sesi I di seluruh pasar. Adapun saham GRPM dan GRPM-W hanya bisa ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK), karena sebelum terkena suspense lebih dari satu hari transaksi.
Baca Juga
Saham BBCA Mulai Rebound? Valuasi Murah dan Sentimen Laporan Keuangan Jadi Pendorong
Sebelumnya kedua saham ini disuspensi oleh bursa setelah terjadi lompatan harga selama beberapa hari terakhir. Saham GRPM telah melesat lebih dari 112% menjadi Rp 134 dalam sebulan terakhir Begitu juga dengan GRPM-W telah melesat lebih dari 113% menjadi Rp 33.
Begitu juga dengan saham AIMS telah melesat lebih dari 111% menjadi Rp 815 dalam sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense pekan lalu. Meski mengalami kenaikan pesat, manajemen AIMS dalam pengumuman resminya menyebutkan tak mengetahui adanya informasi maupun fakta material yang bisa menggerakkan harga saham emiten ini.
Baca Juga
Gunakan Dana Hasil IPO, Fore Kopi (FORE) Ekspansi Gerai Rp 101 Miliar
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/1/2026), berpeluang technical rebound dengan rentang pergerakan 8.875-9.030. Tiga saham ini direkomendasikan beli ADRO, ESSA, dan MDKA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa tekanan indeks dipicu oleh kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah, aksi ambil untung (taking profit), meningkatnya tensi geopolitik global, serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang rebalancing MSCI dengan metodologi terbaru.
“Setelah mengalami koreksi selama tiga hari berturut-turut, indeks berpeluang melanjutkan technical rebound dengan target resistance terdekat di kisaran 9.000–9.030 pada perdagangan sesi awal,” tulisnya.

