Jadi Sorotan Investor 2026, Intip Kekuatan Fundamental dan Struktur Bisnis MNC Kapital (BCAP)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), motor utama jasa keuangan milik grup konglomerasi MNC, terus menunjukkan taji di pasar modal Indonesia. Memasuki awal tahun 2026, emiten ini menjadi sorotan investor menyusul serangkaian aksi korporasi strategis dan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada tahun fiskal sebelumnya.
Mengacu pada data terakhir yang dilaporkan ke otoritas bursa, BCAP membukukan kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama 2025. BCAP mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp 2,9 triliun, tumbuh 20,3% year-on-year (yoy) dari Rp 2,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar berasal dari pendapatan bunga dan dividen yang mencapai Rp 1,6 triliun atau 53,6% dari total pendapatan, naik 8,1% dibanding Rp 1,4 triliun di kuartal III 2024. Lonjakan juga terjadi pada pendapatan premi bersih yang melesat 71,1% yoy menjadi Rp834,6 miliar dari Rp 487,7 miliar, menyumbang 28,6% terhadap pendapatan total.
Selain itu, unit bisnis digital BCAP turut berkontribusi dengan pendapatan sebesar Rp 284,4 miliar, disusul segmen pasar modal Rp173,2 miliar, pembiayaan keuangan syariah Rp 29,9 miliar, dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 33,4 miliar.
Secara keseluruhan, perseroan berhasil menorehkan kenaikan laba bersih 30,6% yoy menjadi Rp 153,7 miliar. Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 137,5 miliar.
Dari sisi kontribusi unit bisnis, MNC Bank masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan porsi 43,3%. Disusul oleh MNC Life sebesar 28,7%, MNC Insurance 8,2%, MNC Sekuritas 5,8%, MNC Finance 5,7%, MNC Leasing 4,3%, MNC Teknologi Nusantara 3,3%, FM Digital Solution 0,4%, dan MNC Asset Management 0,3%.
Baca Juga
Saham BCAP Disebut bisa Bangkit ke Level Rp 85, Ini Pemicunya
Sementara itu, dari aspek neraca, total aset konsolidasi BCAP tumbuh menjadi Rp 30,1 triliun per 30 September 2025, naik dari Rp 29,5 triliun di akhir Desember 2024. Liabilitas juga meningkat menjadi Rp 24,1 triliun dari sebelumnya Rp 22,3 triliun. Namun, total ekuitas konsolidasi tercatat menurun menjadi Rp 6,0 triliun dibanding Rp 7,2 triliun di akhir 2024.
Di sisi lain, aksi korporasi menjadi pendorong utama dinamika saham BCAP. Pada paruh kedua 2025, BCAP melakukan langkah besar dengan menambah kepemilikan saham di anak usahanya, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), hingga menjadi 49,8%.
Selain itu, perusahaan tercatat aktif di pasar surat utang dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II senilai Rp 55 miliar dengan rating idBBB+ dari Pefindo. Penerbitan ini masih menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V MNC Kapital Indonesia dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 555 miliar.
Dalam penerbitannya kali ini, BCAP menawarkan obligasi dengan total pokok sebanyak-banyaknya Rp 55.000.000.000, terdiri dari tiga seri dengan total nilai yang ditawarkan mencapai Rp 52 miliar.
Profil Usaha dan Struktur Bisnis
Didirikan pada tahun 1999 dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2001, BCAP telah bertransformasi menjadi salah satu penyedia layanan keuangan terlengkap di Indonesia. Bisnisnya, yang dilakukan melalui anak perusahaannya, diklasifikasikan ke dalam tujuh divisi, yakni MNC Life, MNC Insurance, MNC Finance, MNC Leasing, MNC Bank, MNC Securities, dan MNC Asset Management.
MNC Life, yang dijalankan oleh PT MNC Life Assurance, menawarkan asuransi jiwa grup dan individu. MNC Insurance, yang dijalankan oleh PT MNC Asuransi Indonesia, menyediakan berbagai asuransi umum, seperti asuransi kendaraan bermotor, kebakaran, pengangkutan barang di laut, rekayasa, dan penerbangan. MNC Finance, yang dijalankan oleh PT MNC Finance, menyediakan pembiayaan konsumen.
Kemudian, MNC Leasing, yang dijalankan oleh PT MNC Guna Usaha Indonesia, menawarkan pembiayaan keuangan dan anjak piutang untuk alat berat. MNC Bank, yang dijalankan oleh PT Bank MNC Internasional Tbk, menawarkan berbagai layanan perbankan.
Lalu, MNC Securities, yang dijalankan oleh PT MNC Securities, menyediakan layanan penjaminan sekuritas dan perantara. MNC Asset Management dijalankan oleh PT MNC Asset Management.
Lantas seperti apa struktur kepemilikan saham BCAP? Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pemegang saham terbesar BCAP adalah PT MNC Asia Holding Tbk (dahulu PT MNC Investama Tbk) dengan kepemilikan lebih dari 23,52 miliar saham atau setara 55,2% dari total saham beredar. Selain PT MNC Asia Holding Tbk sebagai pemegang saham pengendali, struktur kepemilikan BCAP juga diisi oleh sejumlah investor institusi dengan porsi signifikan. Sebut saja Jalan Pantai Limited menguasai sekitar 9,15% saham, diikuti HT Investment Development Ltd 2 sebesar 8,7%, serta UOB Kay Hian (Hong Kong) Ltd dengan kepemilikan 6,53%. Sementara itu, porsi saham publik atau masyarakat non-warkat tercatat sebesar 20,42% atau sekitar 8,7 miliar saham. Tidak terdapat saham treasury maupun saham masyarakat warkat dalam struktur ini, yang menunjukkan kepemilikan saham BCAP relatif terkonsentrasi pada pemegang saham utama dan investor institusi.

