First Media (KBLV) Perkuat Fondasi Aset Pascaintegrasi ke Ekosistem XL Satu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT First Media Tbk (KBLV) memasuki fase transformasi bisnis sepanjang 2025 setelah semua layanan broadband dan TV kabelnya terintegrasi ke dalam ekosistem XL Satu. Migrasi yang rampung pada 29 November 2025 ini menandai reposisi strategis perseroan di tengah konsolidasi industri telekomunikasi nasional.
Integrasi tersebut merupakan kelanjutan dari pengalihan operasional First Media ke XL Axiata sejak September 2024. Melalui pendekatan fixed-mobile convergence, KBLV kini berada dalam satu platform yang menggabungkan layanan seluler, broadband rumah, dan konten digital.
Baca Juga
Transisi Operasional
Dari sisi kinerja, pendapatan KBLV pada sembilan bulan 2025 tercatat sebesar Rp 1,43 miliar. Angka ini mencerminkan fase transisi bisnis setelah penghentian layanan internet mandiri dan fokus pada penataan ulang portofolio usaha.
Tekanan pendapatan dipicu pencabutan izin internet service provider (ISP) anak usaha pada April 2024. Sejak itu, perseroan menjalankan strategi penyesuaian biaya dan penyederhanaan struktur operasional untuk menjaga kesinambungan bisnis.
Meski masih membukukan rugi usaha sebesar Rp 19,18 miliar hingga September 2025, kondisi itu dipandang sebagai bagian dari proses restrukturisasi. Beban yang muncul diarahkan untuk menopang reposisi jangka panjang dan optimalisasi aset perseroan.
Di sisi lain, neraca KBLV menunjukkan penguatan signifikan dengan total aset mencapai Rp 11,7 triliun per September 2025. Lonjakan ini ditopang peningkatan nilai investasi saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dengan keuntungan belum terealisasi sekitar Rp 10,9 triliun.
Penguatan nilai aset tersebut turut tercermin pada pergerakan saham KBLV di pasar modal. Pada kuartal III-2025, saham KBLV mencatat lonjakan tajam dengan harga bergerak hingga kisaran Rp 230-an.
Memasuki kuartal IV-2025, pergerakan saham KBLV cenderung berkonsolidasi di rentang Rp 200–Rp 240. Stabilitas harga ini menunjukkan pasar mulai mencerna fase transisi operasional sekaligus mempertahankan optimisme terhadap nilai aset perseroan.
Baca Juga
Hingga Januari 2026, saham KBLV masih diperdagangkan di kisaran Rp 200-an, jauh di atas level terendah Rp 30 pada pertengahan 2024. Pergerakan ini mencerminkan minat investor terhadap penguatan ekuitas dan potensi nilai strategis di balik transformasi perusahaan.
Ke depan, prospek KBLV akan ditentukan kemampuan mengoptimalkan aset jaringan dan investasi melalui sinergi dengan ekosistem XL Satu. Dengan fondasi aset yang semakin solid, perseroan memiliki ruang untuk membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan seiring pemulihan industri.

