Bidik Kenaikan Pendapatan 200%, IRSX Jalin Kerja Sama Garap 10 Film Layar Lebar
JAKARTA, investortrust.id – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) melalui unit usaha perfilmannya, Folago Pictures, menjalin kerja menandatangani memorandum of understanding (MoU) co-investment untuk penggarapan lebih dari 10 film layar lebar.
Kolaborasi tersebut menggandeng sejumlah studio ternama di industri film Indonesia, di antaranya Visinema Pictures, MVP Pictures, VMS Pictures, Tiger Wong Entertainment, dan KUY STUDIO.
Melalui skema co-investment berbasis asset-light, IRSX membidik potensi peningkatan pendapatan hingga 200% sekaligus membangun pipeline konten jangka menengah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga
Laba Folago Global (IRSX) Melonjak 12 Kali Lipat di 2025, Manajemen Ungkap Fakta Ini
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri para pemangku keputusan dari masing-masing mitra, yakni Angga Dwimas Sasongko (Visinema), Raam Punjabi dan Vikas Chand Sharma (MVP Pictures), Baim Wong (Tiger Wong Entertainment), Sean Gelael (KUY STUDIO), serta Tony Ramesh (VMS Pictures). Keterlibatan langsung para pelaku industri mencerminkan kepercayaan terhadap Folago sebagai mitra strategis jangka panjang, bukan sebagai kompetitor kreatif.
Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi IRSX dalam memperkuat posisi sebagai entertainment industry powerhouse yang berperan sebagai trusted capital, distribution, dan scale partner bagi industri kreatif nasional.
Direktur Utama IRSX Subioto Jingga menegaskan bahwa perseroan tidak membangun studio kreatif yang bersaing di lapangan, melainkan platform hiburan terdiversifikasi yang mengalokasikan modal, berbagi risiko, serta membuka akses monetisasi lintas kanal.
“Folago hadir sebagai mitra yang berdiri di belakang para studio dan kreator menyediakan modal, struktur bisnis, dan akses distribusi agar setiap proyek dapat tumbuh secara berkelanjutan. Ini bukan taruhan pada satu konten, melainkan pembangunan platform hiburan jangka panjang,” ujar Subioto di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga
Folago Global (IRSX) Siapkan Rights Issue Rp 3,71 Triliun, Ada Bonus Waran
Melalui struktur co-investment, dia mengatakan,IRSX membuka peluang monetisasi dari berbagai kanal, termasuk box office, distribusi domestik dan internasional, lisensi OTT, hingga brand integration. Pendekatan ini menciptakan recurring revenue stream yang tidak hanya bergantung pada volatilitas event live, serta memperkuat daya tarik proyek di mata mitra global.
Dengan pipeline lebih dari 10 film sepanjang 2026, IRSX menegaskan perannya tak lagi hanya production house tunggal, tetapi sebagai entertainment powerhouse yang menghubungkan film, live entertainment, digital content, talent economy, dan teknologi dalam satu ekosistem terintegrasi. Apabila konsistensi eksekusi terjaga, strategi ini dinilai berpotensi mempercepat pertumbuhan pendapatan sekaligus membuka ruang re-rating valuasi IRSX di pasar modal.

