Prospek Infrastruktur Kripto Menguat, Samuel Sekuritas Bidik Saham COIN Bisa ke Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Indokripto Koin Semesta (COIN) menjadi sorotan pelaku pasar setelah Samuel Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi speculative buy dengan target harga Rp 5.500 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan atau cuan sekitar 86,4% dari posisi harga saat ini di level Rp 2.950.
Optimisme analis terhadap saham COIN ditopang prospek bisnis infrastruktur kripto yang dinilai semakin solid, seiring kebijakan pemerintah yang mewajibkan seluruh transaksi aset kripto di Indonesia dilakukan melalui satu pintu. Emiten ini diproyeksikan menjadi pemain kunci dalam ekosistem tersebut.
Regulasi yang mengharuskan seluruh pialang kripto bergabung ke dalam ekosistem Central Financial X (CFX) yang dikelola oleh COIN menjadi katalis utama pertumbuhan perusahaan ke depan.
“Sebagai satu-satunya penyedia ekosistem bursa kripto yang terdaftar di Indonesia, COIN berada di titik puncak fase pertumbuhan besar,” tulis riset Samuel Sekuritas, Senin (19/1/2026).
Baca Juga
Analis: Prospek Saham COIN masih Positif Jangka Menengah, Meski Kompetisi Industri Ketat
Dengan ketentuan tersebut, seluruh transaksi dari lebih dari 20 juta pengguna ritel kripto di Indonesia akan terintegrasi melalui infrastruktur COIN. Posisi ini dinilai sangat strategis karena setiap aktivitas transaksi berpotensi memberikan kontribusi pendapatan secara berkelanjutan bagi perusahaan.
Tak berhenti pada target dasar, Samuel Sekuritas juga menyiapkan skenario optimistis atau blue sky scenario untuk saham COIN. Dalam kondisi terbaik, harga saham emiten ini disebut berpeluang melesat hingga Rp 14.500 per lembar.
Baca Juga
COIN Laporkan Realisasi Dana IPO Saham, Seluruhnya Dialokasikan untuk Modal Kerja
Ada dua faktor utama yang dinilai dapat mendorong realisasi skenario tersebut. Pertama, masuknya Hashim Djojohadikusumo sebagai pemegang saham yang diyakini mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek dan kredibilitas perusahaan. Kedua, peluang COIN untuk masuk ke dalam indeks global MSCI Big Cap apabila pendapatan perusahaan melonjak signifikan, yang berpotensi memicu arus dana investor asing.
Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih COIN diproyeksikan tumbuh tajam mulai 2026. Setelah mencatat laba bersih Rp 44 miliar pada 2024, kinerja perusahaan diperkirakan melonjak menjadi Rp 264 miliar pada 2027. Pertumbuhan tersebut turut tercermin pada peningkatan laba per saham atau earnings per share (EPS).
Samuel Sekuritas memproyeksikan EPS COIN tumbuh 108,2% pada 2026 dan meningkat lebih lanjut sebesar 127,8% pada 2027.
Meski menawarkan potensi kenaikan harga yang besar, investor tetap diingatkan untuk mencermati berbagai risiko, mulai dari perubahan regulasi hingga tantangan pada sistem dan infrastruktur teknologi. Namun demikian, COIN dinilai sebagai salah satu saham dengan cerita pertumbuhan ekonomi digital paling menarik di pasar modal Indonesia saat ini.

