Investor Ritel Dorong Reli IHSG 2025, Rekor ATH Tembus 24 Kali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyebutkan bahwa investor ritel domestik menjadi salah satu faktor utama yang menopang reli indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang 2025.
“Kenaikan likuiditas transaksi di pasar saham domestik pada semester II-2025 turut didorong oleh meningkatnya peran aktif investor retail domestik, di mana proporsi transaksi investor retail meningkat tajam dari 38% di tahun 2024 menjadi 50% di tahun 2025,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 secara daring, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga
Lepas Saham Harita Nickle (NCKL), Investor Ini Raup Dana Rp 276,92 Miliar
Penguatan basis investor domestik tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian saham bulanan yang mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 27,19 triliun pada Desember 2025 dan konsisten berada di atas Rp 20 triliun sejak Agustus 2025.
Selain itu, nilai transaksi ritel nasional (RNTH) sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 18,07 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 12,85 triliun.
Kinerja positif investor ritel turut beriringan dengan penguatan pasar saham, di mana IHSG ditutup menguat pada level 8.646,94 pada 31 Desember 2025, naik 1,62% secara month-to-month (MoM) dan 22,13% secara year-on-year (YoY).
Baca Juga
OJK: Ekonomi Global Melandai, Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Masih Terjaga
Sepanjang 2025, IHSG juga membukukan rekor all-time high (ATH) sebanyak 24 kali, dengan level tertinggi mencapai 8.710,70 pada 8 Desember 2025, sementara nilai kapitalisasi pasar menembus Rp 16.000 triliun.
Seiring penguatan pasar di akhir tahun, investor asing pada Desember 2025 tercatat membukukan net buy sebesar Rp 12,24 triliun. Hal ini mencerminkan mulai pulihnya persepsi positif terhadap prospek perekonomian dan pasar keuangan domestik.
Namun secara akumulatif sepanjang 2025, investor asing masih mencatatkan net sell di pasar saham sebesar Rp 17,34 triliun.

