Saham 'Big Banks' Kompak Melemah di Awal Sesi, Kenapa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2026), serempak berada di zona merah. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya tekanan jual yang membayangi saham-saham sektor perbankan sejak pembukaan perdagangan pagi.
Mengacu data BEI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 50 poin (0,62%) ke level Rp 8.025. Penurunan juga dialami PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang turun 30 poin (0,82%) ke posisi Rp 3.630. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 25 poin (0,49%) ke level Rp 5.075. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat penurunan paling dalam dengan melemah 80 poin (1,83%) ke Rp 4.290.
Tekanan jual turut menimpa PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang turun 20 poin (1,70%) ke level Rp 1.155, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang terkoreksi 40 poin atau (1,79%) ke posisi Rp 2.190.
Baca Juga
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai pelemahan saham big banks di awal tahun ini kemungkinan dipicu aksi ambil untung oleh investor yang telah masuk sejak sebelum reli penutupan tahun lalu. Menurutnya, koreksi tersebut lebih bersifat teknikal dan berskala jangka pendek.
"Menurut saya lebih bersifat teknikal dan sementara saja (jangka pendek), terlebih hari pertama perdagangan di 2026 hanya satu hari kerja dan terletak pada hari jumat," kata Reydi saat dihubungi investortrust.id Jumat, (2/1/2026).
Ia menambahkan, aktivitas investor pada hari perdagangan yang berdekatan dengan libur panjang ini kemungkinan belum sepenuhnya optimal. Meski demikian, peluang terjadinya rebound masih terbuka pada pekan depan seiring kembalinya aktivitas investor ke level yang lebih normal.

