IHSG Terjungkal 87 Poin, Aksi Ambil Untung dan Koreksi Saham Emiten Prajogo Jadi Pemicu
JAKARTA, investortrust.id – Aksi ambil untung (profit taking) menjelang pemilu menjadi pemicu anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/2/2024). Penurunan juga dipicu atas anjloknya saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu.
IHSG hari ini ditutup anjlok 87,93 poin (1,20%) menjadi 7.209,74. Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar 2,1%, sektor infrastruktur 1,01%, sektor konsumer non primer 0,62%, sektor kesehatan 0,57%, dan sektor keuangan 0,50%.
Baca Juga
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, pemodal mencoba merealisasikan keuntungan dulu setelah indeks menguat dalam beberapa hari terakhir, apalagi besok bursa libur dalam rangka pemilu.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, aksi jual saham dipicu atas aksi wait and see pelaku pasar terhadap US consumer price index malam ini. Sebab, data tersebut berkaitan erat dengan penentuan apakah The Fed akan secepatnya melakukan pivot policy.
“Jika consumer price index di bawah ekspektasi, ada peluang hawkish signal dari Jerome Powell terkait penundaan penetapan kebijakan kelonggaran moneternya negara tersebut,” terangnya.
Baca Juga
Pefindo: Emisi Obligasi Korporasi Lebih Marak di Semester II-2024
Selain faktor tersebut, penurunan indeks makin dalam setelah saham emiten Prajogo Pangestu anjlok bersamaa, yaitu saham TPIA melorot 19,61% menjadi Rp 4.100, saham CUAN turun 9,93% menjadi Rp 6.575, saham BREN terkoreksi 7,34% menjadi Rp 5.050, dan BRPT turun 3,94% menjadi Rp 975.
Penurunan tersebut dipicu atas dikeluarkannya saham CUAN dari MSCI Small Cap Index terhitung 12 Februari. Penurunan juga dipicu atas tak jadinya masuk saham TPIA dalam perhitungan indeks MCI seperti yang diprediksi sejumlah analis.

