Pengendali Blue Bird (BIRD) Berlomba-lomba Borong Saham, Ada Apa?
JAKARTA, Investortrust.id – Pengendali sekaligus advisor Purnomo Prawiro memborong jutaan saham PT Blue Bird Tbk (BIRD). Aksi tersebut mempertebal total saham yang dikendalikannya.
Corsec BIRD Jusuf Salman mengatakan, Purnomo Prawiro membeli saham BIRD dari pasar secara bertahap dalam kurun waktu 10 Januari hingga 2 Februari 2024. Total saham yang dibeli mencapai 2,39 juta BIRD dengan harga pelaksanaan bervariasi mulai dari Rp 1.690-1.785, sehingga total dana yang digelontorkan berisar Rp 4 miliar.
Baca Juga
PT Blue Bird Tbk (BIRD) Anggarkan Capex Rp 2 Triliun di 2024
“Purnomo Prawiro membeli sebanyak 2,39 juta saham BIRD atau setara dengan 0,096%, sehingga total saham miliknya bertambah dari 11,435% menjadi 11,531% saham,” tulisnya dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (4/2/2024).
Purnomo Prawiro
Dia menyebutkan tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Ternyata aksi borong saham dari pasar telah terlebih dahulu dilakukan Direktur BIRD Sigit Priawan Djokosoetono dengan membeli sebanyak 3,5 juta saham BIRD dengan harga pelaksanaan Rp 1.715 per saham pada 24 Januari 2024. Dengan harga beli Rp 1.715, direktur ini merogoh kocek hingga Rp 6 miliar.
“Pembelian tersebut menjadikan total saham miliknya bertambah dari sebelum transaksi 5,993% menjadi 6,133% setelah transaksi. Tujuan transaksi ini untuk investasi,” tulisnya.
Baca Juga
Bluebird Group (BIRD) Siapkan Transportasi Ramah Lingkungan di IKN, Investasi Rp250 Miliar
Langkah serupa sudah terlebih dulu dilakukan Direktur BIRD Andrianto Djokoosetono yang gencar membeli saham BIRD. Pembelian dilakukan melalui pasar pada 25 Januari 2024 yang menjadikan total sahamnya bertambah dari 5,281% menjadi 5,304%.
Sebelumnya, Bluebird Group mengucurkan investasi sebesar Rp 250 miliar untuk pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan di Ibu Kota Nusantara, di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

