Kantongi Dana IPO Rp 91 Miliar, KOKA Genjot Bisnis Manufaktur Tiang Pancang
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan konstruksi asal China, PT KOKA Indonesia Tbk (KOKA) menyatakan komitmen untuk memperluas pasar, setelah resmi menyandang status perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
KOKA menjadi perusahaan ke-72 yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang tahun ini. Dalam aksi korporasi ini KOKA melepas 715.333.000 lembar saham baru yang mewakili 25% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan.
Dalam masa penawaran umum saham, KOKA menetapkan harga perdana Rp 128 per lembar, sehingga dana segar dari publik Rp 91,5 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 366 miliar.
Direktur Keuangan PT KOKA, Michael Albert, mengatakan, setelah meraih dana hasil IPO, pihaknya investasi material tiang pancang. Pasalnya KOKA tidak ingin sekadar berkontribusi di bidang jasa, namun juga dari segi material.
Baca Juga
Logisticsplus (LOPI) Pamer Kontrak Baru Pertamina, Klien Kakap Lain Menyusul
“Rencana PT KOKA untuk ke depannya setelah IPO ini pasti kita memperluas pasar kami. Bukan hanya di pangsa pasar China saja, tapi juga di pangsa pasar Indonesia. Dan kami juga melakukan ekspansi untuk investasi di material tiang pancang,” kata Michael Albert kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/10/2023).
KOKA mengaku sudah bangun pabriknya material di Semarang dengan bendera PT Cahaya Mega Beton. ‘’Itu agar PT KOKA untuk bisa selalu berkontribusi, bukan hanya di jasanya saja, tapi juga dari segi material untuk membangun infrastruktur di Indonesia,” sambungnya.
Untuk pabrik di Semarang sendiri, kata dia, bisa berkontribusi Rp300 miliar per tahun. Adapun target yang disasar dari pembuatan tiang pancang tersebut adalah untuk pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya.
Baca Juga
Resmi Melantai, Saham Logisticsplus (LOPI) Anjlok Sentuh ARB
“Suplainya salah satunya sebelumnya kita pernah ke PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dan untuk tiang pancang itu sendiri kita sedang menyasar ke pembangunan-pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya,” jelas Michael.
Tidak hanya itu, PT KOKA juga menargetkan untuk ambil bagian dalam pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Meskipun, untuk saat ini sifatnya masih confidential.
“Sudah ada penjajakan untuk IKN, tapi kita sifatnya masih confidential dari pemberi kerjanya. Jadi untuk itu kita masih belum bisa ekspos, tapi akan ikut berpartisipasi. Sesuai di prospektus kita juga, indikasinya akan dikerjakan mulai Februari 2023 (untuk IKN),” terang Michael. (CR-8)

