Sektor Properti Bisa Berkibar 2024, Cek 10 Saham Undervalued Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Sektor properti dan real estate diperkirakan punya peluang pertumbuhan di tahun 2024. Untuk itu saham-saham properti boleh jadi pertimbangan untuk dipilih, terlebih ada berderet saham properti yang valuasinya masih murah.
Potensi penguatan sektor properti dan real estate ditopang oleh proyeksi kondisi makroekonomi yang semakin positif, dengan berkurangnya risiko resesi di Amerika Serikat (AS), ditambah antisipasi pasar terhadap pemotongan suku bunga pada 2024.
Selain itu, ada keberpihakan pemerintah untuk menyokong sektor ini, dengan bergulirnya stimulus PPN. Tim Riset BNI Sekuritas menilai, penyampaian program insentif PPN baru-baru ini (mulai 21 November 2023 hingga 31 Desember 2024), dapat mengantisipasi tren pelemahan yang secara historis terjadi pada pra penjualan properti selama siklus pemilu sebelumnya.
Baca Juga
Manuver Erajaya (ERAA), Suntik Modal JV Ini lewat Perusahaan Singapura
Untuk itu BNI Sekuritas memperkirakan stimulus PPN akan berdampak positif terhadap pertumbuhan laba sektor properti dengan kisaran antara 14% hingga 23%.
Potensi pertumbuhan ini bisa terwujud jika pengembang berhasil menghasilkan kenaikan penjualan melalui program PPN. Proyeksi Tim Riset BNI Sekuritas mengantisipasi pertumbuhan pra-penjualan agregat sebesar 3,3% dan 5,2% YoY masing-masing pada tahun 2024 dan 2025.
“Laba juga diperkirakan akan ikut naik, dengan perkiraan tingkat pertumbuhan sebesar 11,6% dan 16,5% pada 2024 dan 2025, merupakan peningkatan dari perkiraan pertumbuhan sebesar 8,1% pada 2023,’’ ulas BNI Sekuritas dalam riset yang dikutip, Minggu (31/12/2023).
Baca Juga
IHSG Diprediksi ke Level 7.526, Simak Strategi Investasi dan Saham Pilihan 2024
Terkait perhitungan ini BNI Sekuritas menyematkan rekomendasi overweight sektor properti untuk jangka waktu 3 bulan dan 12 bulan.
‘’Top pick kami di sektor properti tetap CTRA, dengan alasan kinerja pra-penjualan yang tangguh, momentum pendapatan yang kuat dan asset turnover yang lebih unggul dibandingkan dengan pemain sejenis,’’ ulas BNI Sekuritas.
Tapi, sejatinya bukan hanya CTRA yang menarik, sebab bila mengacu pada valuasi saham-saham sektor properti yang dihitung oleh Tim Litbang Investortrust.id, ternyata masih bertaburan saham-saham sektor ini yang masih murah (undervalued).
Data yang tersaji mengacu pada posisi harga saham di penutupan perdagangan pasar saham, Jumat (29/12/2023). Adapun pengukurannya dilakukan berdasarkan posisi price earning ratio (PER) maupun price to book value (PBV) masing-masing saham dibanding saham lainnya pada sektor tersebut.
Pada jajaran saham yang masih undervalued terdapat saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUPD) dengan PER 0,68 kali dan PBV 0,56 kali, pilihan kedua saham PT Star Pacific Tbk (LPLI) dengan PER 0,96 kali dan PBV 0,18 kali.
Saham PT Alam Sutera Realty Tbk dengan PER 2,71 kali dan PBV di angka 0,30 kali, kemudian saham PT Agung PodomoroT bk (APLN) dengan PER 3,17 kali dan PBV 0,21 kali, serta saham PT Perdana Gapuraprima dengan PER 4,70 kali dan PBV 0,34 kali.
Sedangkan saham yang perlu dihindari karena sudah overvalued salah satunya saham PT Repower Asia Tbk (REAL) dengan PER di atas 8.151 kali, PBV 0,85 kali. Kemudian Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) dengan PER 82.22 kali dan PBV 0,95 kali.
Selain itu saham PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) dengan PER 68,07 kali dan PBV 1,34 kali juga terbilang sudah mahal sehingga sebaiknya dihindari.

