Masuki Fase Pertumbuhan Tinggi, Saham BRMS Diprediksi Menuju Rp 1.200
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas menyebutkan PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) tengah memasuki fase pertumbuhan tinggi, seiring peningkatan skala produksi yang menjadi motor utama ekspansi bisnis perseroan.
Hal ini membuat ekspektasi pertumbuhan pendapatan dan laba semakin terbuka lebar, didukung percepatan produksi emas serta optimalisasi potensi cadangan tembaga.
Baca Juga
Masuk MSCI hingga Ekspansi Besar Dimulai, Saham BRMS Direvisi Naik ke Level Ini
Meskipun valuasi BRMS saat ini berada di atas rata-rata emiten sejenis, Mandiri Sekuritas menyebutkan, prospek fundamental perusahaan tetap sangat menarik. “Proyeksi pertumbuhan kinerja menjadi katalis utama, dengan peluang percepatan profitabilitas dalam beberapa tahun ke depan,” tulis riset tersebut.
Terbukanya peluang peningkatan produksi emas dan pembukaan cadangan tembaga akan menjadi pendorong signifikan kinerja keuangan. BRMS diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba signifikan, yakni CAGR pada periode 2024–2028 sebanyak 98%, seiring optimalisasi aset dan kapasitas produksi.
Sejalan dengan prospek ekspansi, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengan target harga Rp 1.200 per saham. Katalis utama yang mendasari penilaian tersebut adalah peningkatan produksi emas, monetisasi cadangan tembaga skala besar, dan proyeksi lonjakan pendapatan secara konsisten dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga
Kinerja BRMS Diprediksi Melejit hingga 2027, Target Harga Saham Bisa Menuju Level Ini
Sebelumnya, KB Valury Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan lalu mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.200. Dengan target harga tersebut terbuka peluang penguatan saham ini lebih dari 26%. Target tersebut juga mempertimbangkan lompatan laba bersih BRMS tahun 2025 hingga 2026.
KB Valbury menargetkan kenaikan laba bersih BRMS menjadi US$ 53 juta tahun ini dan diharapkan melambung menjadi US$ 123 juta pada 2026. Adapun pendapatan diprediksi menembus us4 248 juta pada 2025 dan kembali melesat menjadi US$ 377 juta pada 2026.

