SeaBank Capai KBMI 2 Lewat Pertumbuhan Organik, Ada Rencana IPO?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) belum berencana untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dalam waktu dekat.
Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia Junedy Liu mengungkapkan, perusahaan lebih fokus pada pelayanan kepada masyarakat dan belum memikirkan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal ini diungkapkan langsung Junedy saat ditemui dalam acara Peluncuran UMKM Pintar yang didukung oleh SeaBank Indonesia dan Women’s World Banking di Hallf Patiunus, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
"Kami jujur belum (tertarik IPO). Karena kami merasa bahwa PR kami masih banyak. Jadi biar kami fokus dulu kepada masyarakat yang ingin kami layani, masalah itu kami pikirkan kemudian hari," ujar Junedy.
Di tengah maraknya isu IPO sejumlah bank digital, Junedy menuturkan bahwa SeaBank telah resmi masuk menjadi kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. KBMI 2 adalah kelompok bank berdasarkan modal inti dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan modal inti antara Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun.
Junedy menjelaskan, SeaBank telah mencapai modal inti sebesar Rp 6 triliun per Oktober 2025, sebuah capaian yang signifikan bagi bank digital yang terus berkembang ini.
"Per Oktober tahun ini, jadi bulan lalu, SeaBank modal inti sudah mencapai Rp 6 triliun. Kami sudah resmi menjadi KBMI 2 per saat ini," kata Junedy.
Lebih lanjut, Junedy menyebut, yang unik dari pencapaian ini adalah bahwa bank digital ini berhasil naik ke KBMI 2 bukan karena suntikan modal dari pemegang saham, melainkan dari upaya organik yang dilakukan oleh SeaBank.
"Itu dari return earning. Jadi pertumbuhan organik. Kami ada profit, kami inject sebagai capital. Bukan karena injeksi dari pemegang saham, tapi benar-benar dari upaya kami untuk bertumbuh secara organik. Karena kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa bank digital dan bisnis modelnya itu juga sustainable. Bahwa kami sudah men-generate profit, kami bisa bertumbuh secara organik mencapai KBMI 2," jelas Junedy.
Di sisi lain, Junedy membeberkan bahwa SeaBank saat ini fokus menyalurkan kredit kepada masyarakat sesuai kebutuhan mereka. Meskipun sekitar 70% sumber kredit bank masih berasal dari Shopee, SeaBank berupaya untuk mengurangi ketergantungan ini demi diversifikasi bisnis yang sehat.
Pada momen-momen tertentu, seperti promo tanggal kembar bulanan, permintaan kredit di platform belanja online meningkat signifikan, sehingga komposisi bisnis dari ekosistem ini juga meningkat. Kemudian, SeaBank juga sedang mengembangkan produk kredit internal yang rencananya akan diluncurkan pertengahan tahun depan. Saat ini, penyaluran kredit SeaBank utamanya dilakukan melalui kerja sama dengan platform peer to peer (P2P) lending.
"Itu akan kami berikan untuk semua. Tapi dengan data yang kami miliki, kami bisa berikan kepada UMKM,” pungkas Junedy.

