IHSG Ditutup Menguat 0,55%, Saham APEX hingga RISE Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/11/2025), berhasil rebound dengan kenaikan 46,44 poin (0,55%) menjadi 8.416. Rentang pergerakan level 8.370-8.452 dengan nilai transaksi Rp 19,24 triliun.
Kenaikan ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 2,03%, sektor properti 2,41%, sektor infrastruktur 0,90%, sektor industri 0,30%, sektor keuangan 0,63%, dan sektor energi 0,91%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar, kesehatan, konsumer non primer, teknologi, dan transportasi.
Baca Juga
Prabowo Tekankan Perawatan Teknologi Pembelajaran: Ini Milik Murid, Milik Rakyat
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham APEX naik 34,51% menjadi Rp 191, saham MINA menguat 34,44% menjadi Rp 242, dan saham RISE naik 19,89% menjadi Rp 10.550. Kenaikan pesat juga melanda saham BEER sebanyak 19,55% menjadi Rp 214, CRSN naik 19,26% menjadi Rp 161, dan NRCA menguat 18,27% menjadi Rp 1.165.
Sedangkan, IHSG sepanjang pekan lalu mengalami penurunan sebanyak 24,15 poin (0,29%) menjadi 8.370. Rentang pergerakan 8.338-8.478. Penurunan tersebut memicu kapitalisasi (market cap) pasar saham menjadi Rp 15.316 triliun.
Pelemahan ini dipicu pelemahan saham-saham big cap dengan sektor penekan sektor keuangan dengan pelemahan 1,12%, sektor kesehatan 1,61%, sektor konsumer primer 0,70%, sektor konsumer non primer 0,09%, dan sektor material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan masih melanda saham sektor infrastruktur, transportasi, property, dan energi.
Baca Juga
IHSG Diproyeksi Tembus 8.500 Pekan Ini, Sektor Sensitif Suku Bunga Jadi Pilihan Investor
Sedangkan saham yang menjadi penekan utama indeks pekan ini datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA melemah 8,8%, BBCA turun 2,88%, AMMN melemah 6,05%, BBRI turun 2,01%, BREN melemah 2,26%, dan CUAN turun 6,11%. Sebaliknya penopang indeks dari kejatuhan adalah saham MORA, BUMI, BRPT, TLKM, dan GOTO.
Pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo Rp 3,84 triliun pekan ini didukung adanya crossing saham dari domestic ke asing melalui pasar negosiasi. Bahkan, net buy pekan ini mengalahkan nilai pekan sebelumnya mencapai Rp 3,45 triliun.

