Rupiah Melemah di Rp 16.721 per US$, Melemah 0,08%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat di seluruh mata uang di dunia. Penguatan indeks dolar AS atau DXY yang menjadi 99,39 menjadi penyebabnya.
Penguatan dolar AS membawa rupiah melemah 14 poin atau turun 0,08% ke Rp 16.721 per US$ berdasarkan pantauan dari laman Bloomberg, Senin (17/11/2025) pukul 09.05 WIB.
Dolar AS menguat terhadap dua mata uang utama dunia yaitu euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya. Dolar AS menguat 0,14% terhadap euro dan 0,13% terhadap poundsterling.
Dolar AS menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,03%, terhadap yuan China sebesar 0,1%, dan dolar Singapura sebesar 0,02%. Dolar AS juga menguat terhadap rupee India sebesar 0,08%.
Di sisi lain, dolar AS juga menguat terhadap won Korea Selatan, ringgit Malaysia, dan baht Thailand. Dolar AS menguat 0,3% terhadap won, menguat 0,21%, dan menguat 0,02% terhadap baht.
Baca Juga
Menguat pada Akhir Pekan, Rupiah Bertengger di Level Rp 16.710
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyatakan berakhirnya pemerintahan AS membuat lembaga-lembaga statistik utama mengumumkan rencana untuk menerbitkan jadwal terbaru data ekonomi yang tertunda. Ketidakpastian masih muncul karena beberapa laporan kunci mungkin dibatalkan karena tak mampu menyelesaikan gangguan pengumpulan data.
“Serangkaian indikator swasta dan regional akan memberikan gambaran awal kondisi ekonomi AS. Penjualan rumah eksisting diperkirakan relatif tidak berubah pada Oktober,” kata Andry.
Selain itu, investor juga akan mencermati komunikasi dari the Fed. Termasuk beberapa pidato pejabat serta rilis risalah rapat FOMC terbaru.
Andry mengungkapkan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 16.690 hingga Rp 16.745 per US$.

