Target Kinerja dan Saham Adaro Energy (ADRO) Direvisi Naik, Berikut Faktor Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan dan saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) didukung realisasi kinerja keuangan tahun lalu di atas ekspketasi. Revisi naik sejalan perkiraan peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan tahun ini.
Peningkatan target harga tersebut juga menggambarkan harga jual batu bara batu bara kokas melalui anak usahanya PT Adaro Minerlas Indonesia Tbk (ADMR).
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan dari US$ 1,05 miliar menjadi US$ 1,16 miliar tahun 2024. Begitu juga dengan perkiraan target pendapatan perseroan meningakt dari US$ 5,87 triliun menjadi US$ 6,27 miliar.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ADRO dengan target harga direvisi naik dari Rp 2.800 menjadi Rp 2.850.
“Revisi naik tersebut menggambarkan bahwa ADRO merupakan perusahaan batu bara dengan biya operasi paling rendah dan didukung cadangan kuat untuk menopang pertumbuhan kinerja keuangan ke depan,” terang analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Erindra Krisnawan dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Terkait tahun ini, Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi ‘Boy’ Thohir mengatakan, Adaro (ADRO) mengincar volume penjualan batu bara sebanyak 65-67 juta ton pada 2024, terdiri atas 61-62 juta ton batu bara termal dan 4,9-5,4 juta ton batu bara metalurgi.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Incar Penjualan 67 Juta Ton Batu Bara di 2024
“Volume penjualan batu bara Adaro pada 2023 mencapai 65,71 juta ton, naik 7% dari 2022 dan melampaui target 62-64 juta ton,” tutur Boy Thohir.
Boy Thohir mengungkapkan, tahun ini perseroan akan memulai konstruksi smelter aluminium di kawasan industri di Kalimantan Utara. “Selain itu, kami akan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), juga di Kalimantan Utara,” ujar dia.
Dia menjelaskan, Adaro Energy menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 600-700 juta tahun ini, termasuk investasi ekuitas pada proyek-proyek terkait kawasan industri di Kalimantan Utara.
Estimasi Kinerja Keuangan ADRO

