Gandeng Ormat, Archi (ARCI) Garap Bisnis Geothermal di Konsesi Tambang
JAKARTA, investortrust.id – PT Archi Indonesia Tbk (Archi) menggandeng PT Ormat Geothermal Indonesia (Ormat) membentuk perusahaan patungan bidang panas bumi atau geothermal. Kedua perusahaan mendirikan PT Toka Tindung Geothermal dengan komposisi kepemilikan Archi sebesar 5% dan Ormat sebanyak 95%.
Manajemen ARCI dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan energi terbarukan, khususnya di bidang panas bumi. Melalui PT Toka Tindung Geothermal akan melakukan berbagai tahapan proyek panas bumi, mencakup pengeboran eksplorasi, perancangan, pengadaan, pembiayaan, konstruksi, pengujian, hingga pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas panas bumi.
Baca Juga
Archi (ARCI) Ditargetkan Produksi 150 Koz Emas Tahun Depan, Sahamnya Dipertahankan Beli
Proyek ini akan dilaksanakan di area Konsesi Pertambangan milik entitas anak Archi, yakni PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya. Perusahaan patungan ini akan berdampak positif terhadap keberlangsungan usaha perseroan dan anak perusahaan.
Pembentukan perusahaan patungan ini juga akan memperkuat portofolio bisnis, proyek ini juga berpotensi untuk menghasilkan dan menjual tenaga listrik dari sumber panas bumi, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Hingga kuartal III-2025, ARCI membukukan laba bersih sebesar US$ 71,09 juta, berbalik dari posisi rugi US$ 3,90 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan ARCI 52,6% menjadi US$ 328,70 juta, dibanding US$ 215,31 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan tersebut diikuti oleh peningkatan efisiensi operasional yang signifikan, mendorong laba bruto tumbuh hampir empat kali lipat menjadi US$ 142,80 juta, dari US$ 35,43 juta pada September 2024.
Baca Juga
BEI Unsuspensi Transaksi Saham SSTM dan MGNA, Penguatan Bakal Berlanjut?
Setelah dikurangi beban penjualan, administrasi, dan operasional lainnya, ARCI membukukan laba usaha sebesar US$ 138,34 juta, jauh melesat dibanding US$ 26,50 juta pada tahun lalu. Adapun, laba sebelum pajak penghasilan tercatat US$ 113,53 juta, dibandingkan dengan rugi sebelum pajak sebesar US$ 1,27 juta pada periode sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak US$42,44 juta, Perseroan berhasil mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar US$ 71,09 juta.
Lonjakan kinerja ini mencerminkan pemulihan kuat operasional dan peningkatan efisiensi biaya di tengah harga emas global yang relatif melesat sepanjang 2025. Dengan hasil tersebut, Archi Indonesia (ARCI) menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu produsen emas terbesar di Indonesia yang mampu menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar global.

