Perusahaan Patungan Chandra Asri (TPIA) Gandeng Aether Fuels Bangun Fasilitas Bahan Bakar Berkelanjutan di Singapura
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, perusahaan patungan milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bersama Aether Fuels (Aether), produsen bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF), menandatangani perjanjian untuk membangun fasilitas produksi SAF generasi terbaru berskala komersial pertama di Asia Tenggara. Fasilitas tersebut akan berlokasi di Pulau Bukom, Singapura.
Kolaborasi ini menggabungkan teknologi terobosan milik Aether dengan keahlian Aster di bidang kilang dan kimia terintegrasi. Fasilitas tersebut akan memperkuat posisi Singapura sebagai pusat transformasi energi dan inovasi industri berkelanjutan di kawasan.
Proyek bernama Project Beacon ini akan menjadi fasilitas demonstrasi komersial Aether. Fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi Aurora™ untuk memproduksi hingga 50 barel bahan bakar per hari atau sekitar 2.000 ton per tahun.
Teknologi ini mengubah gas limbah industri dan biometana menjadi SAF bersertifikat CORSIA, dengan pengurangan emisi gas rumah kaca lebih dari 70% dibandingkan bahan bakar jet konvensional. Pembangunan Project Beacon dijadwalkan dimulai pada 2026 dan beroperasi secara komersial pada 2028.
Pembangunan di Pulau Bukom mencerminkan komitmen Aster dalam mendukung inovasi energi bersih. Aster akan menyediakan energi terbarukan, bahan baku limbah karbon, serta fasilitas pendukung lainnya untuk mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi SAF milik Aether.
Baca Juga
Raup Laba US$ 1,65 Miliar, Chandra Asri (TPIA) Ungkap Pengembangan Tiga Pilar Bisnis
Group CEO Aster Erwin Ciputra, mengatakan hal ini menandai langkah penting dalam mengurangi intensitas karbon dan mengembangkan jalur energi baru. Dengan menggabungkan teknologi Aether dan keahlian fasilitas kami di Bukom, perusahaan menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemimpin industri dan inovator dapat mempercepat lahirnya solusi disruptif di tingkat komersial.
“Hal ini mencerminkan agenda keberlanjutan Aster yang lebih luas, dan melalui Aster Ventures kami akan berinvestasi dalam teknologi transformatif dan solusi energi generasi berikutnya untuk memperkuat peran Singapura sebagai pusat energi terbarukan industri di kawasan,” ujarnya dalam keterangan resmi Selasa, (11/11/2025).
Sementara itu, Founder dan CEO Aether Fuels Conor Madigan menambahkan, Singapura merupakan lokasi yang tepat untuk fasilitas terobosan ini, dengan talenta kelas dunia, ekosistem inovasi yang kuat, dan dukungan berkelanjutan dari Economic Development Board (EDB). Di sinilah Aether bermula sebagai proyek ventura di Xora Innovation, perusahaan teknologi mendalam global yang didukung oleh Temasek.
“Kami sangat terkesan dengan keahlian, keterbukaan, dan fokus inovasi dari Aster serta mitra regional lain seperti Singapore Airlines Group dan Sembcorp. Dengan membangun Project Beacon di kilang berskala dunia milik Aster, kami dapat mempercepat penerapan solusi Aurora dan menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat global bahan bakar berkelanjutan,” ucapnya.
Chairman Singapore Economic Development Board (EDB), Png Cheong Boon juga menambahkan Fasilitas bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) baru ini memperkuat daya saing Singapura sebagai pusat produk berkelanjutan.
“Proyek ini menunjukkan bagaimana perusahaan di Singapura dapat berkolaborasi untuk mengembangkan inovasi berskala besar. Kami menyambut lebih banyak perusahaan untuk bermitra dalam mengembangkan solusi berkelanjutan dan teknologi rendah karbon, membentuk babak pertumbuhan berikutnya bagi Singapura dan kawasan,” jelas Png Cheong Boon.
Project Beacon akan menggunakan beragam bahan baku limbah karbon, yang menjadi komponen penting dalam produksi SAF generasi baru. Berbeda dengan proses HEFA (hydro-processed esters and fatty acids) yang bergantung pada bahan seperti minyak nabati, teknologi Aether Aurora mampu mengonversi limbah karbon menjadi bahan bakar dengan hasil tinggi dan biaya rendah. Hal ini menjadikannya solusi yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan untuk mendorong produksi SAF generasi berikutnya.

