Nilai Indikatif Pipeline Penawaran Umum Pasar Modal Tembus Segini...
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai Februari 2024 terdapat 84 pipeline penawaran umum di pasar modal Indonesia yang diperkirakan mencapai nilai indikatif Rp 56,83 triliun.
”Di antaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 56 perusahaan,” jelas Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Menurut Inarno, antusiasme penghimpunan dana di pasar modal turut tercermin pada nilai penawaran umum yang tercatat sebesar Rp 20,65 triliun dengan jumlah 12 emiten baru sampai akhir Februari tahun ini.
Baca Juga
Seiring hal tersebut, kata dia, pasar saham Indonesia masih menunjukkan penguatan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terapresiasi 0,6% dari awal tahun sampai 29 Februari 2024 (year to date/ytd) ke level 7.316,11.
Dalam periode serupa, menurut Inarno Djajadi, pasar modal Indonesia juga membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 18,44 triliun (ytd). Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada 29 feb menguat 0,98% (ytd) ke 378,28. Sementara itu, asset under management (AUM) investasi sampai akhir Februari 2024 mencapai Rp 824,4 triliun, turun 0,04% (ytd).
“Dari jumlah itu, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp 495,79 triliun, turun 1,13% (ytd),” tutur dia.
Inarno mengungkapkan, sejak awal tahun hingga 1 Maret 2024, perusahaan-perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) meraup dana Rp 6,58 triliun. Jumlah ini didapat dari dua jenis aksi korporasi, yaitu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan penerbitan saham baru untuk menambah modal (rights issue).
Merujuk data yang dipublikasikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, tercatat ada 19 perusahaan yang melantai di bursa pada periode tersebut, dengan total dana himpunan Rp 3,45 triliun.
Baca Juga
Adapun dari aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD), terdapat 4 emiten yang menerbitkan rights issue dengan nilai total Rp 3,08 triliun dalam periode sama.
“Hingga saat ini, terdapat 17 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman, baru-baru ini.

