Melesat 115% dalam Sebulan, Saham BLUE Akhirnya Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan sementara perdagangan saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) mulai sesi I, Selasa (21/10/2025). Penghentian dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Saham BLUE telah mengalami kenaikan lebih dari 115% menjadi Rp 1.640 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) dalam tiga hari transaksi sebelum disuspensi. Sedangkan penguatan dalam tiga bulan terakhir telah mencapai 425%.
Baca Juga
Telkom Spin-Off Bisnis Fiber Connectivity Senilai Rp 35,7 Triliun
Sebaliknya, BEI membuka kembali (unsuspend) perdagangan enam saham hari ini. Lima dari enam saham tersebut akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Enam saham tersebut terdiri atasi PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) dan Waran Seri II (TRIN-W2), PT Era Graharealty Tbk (IPAC), PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), dan PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), yang dibuka di PPK. Sedangkan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) akan kembali ditransaksikan normal.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Uji Resistance 8.130, Tiga Saham Dipimpin EMTK Layak Dilirik
Berdasarkan data, saham TRIN telah melesat lebih dari 176% menjadi Rp 252 dalam sebulan terakhir sebelum terkena suspense 13 Oktober 2025. Saham IPAC melesat lebih dari 127% menjadi Rp 330 dalam sebulan sebelum disuspensi sejak 7 Oktober. Begitu juga dengan saham ASLI telah melesat lebih dari 340% menjadi Rp 220 dalam sebulan terakhir sebelum disuspensi pada 8 Oktober
Saham FOLK melambung lebih dari 170% menjadi Rp 208 dalam sebulan sebelum disuspensi sejak 9 Oktober. Saham ESTA melambung lebih dari 190% menjadi Rp 206 selama sebulan sebelum disuspensi sejak 9 Oktober. EURO telah menguat lebih dari 91% menjadi Rp 535 dalam sebulan terakhir.

