Manajer Investasi Ini Raih Pertumbuhan AUM Tertinggi per Agustus 2025, Siapa Dia?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sederet manajemen investasi (MI) dengan total dana kelolaan (asset under management/AUM) terbesar di Indonesia, berlomba menunjukkan kinerja terbaiknya tahun ini. Siapa sangka, salah satu entitas yang cukup baru di kalangan ini, justru mencatatkan pertumbuhan tertinggi sampai periode Agustus 2025.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), manajemen investasi yang mencatatkan pertumbuhan AUM tertinggi per Agustus 2025 adalah PT Grow Investments Indonesia. Perusahaan patungan dari PT Stockbit Investa Bersama dan Fullerton Fund Management Company Ltd ini mencetak pertumbuhan AUM 318% (yoy) menjadi Rp 440 miliar.
Menyusul Grow Investments, terdapat Anargya Aset Manajemen dengan pertumbuhan AUM 290% (yoy) menjadi Rp 151 miliar, dan Kisi Asset Management dengan kenaikan 132% (yoy) menjadi Rp 5,49 triliun.
Grow Investments Indonesia, semula bernama PT AyersAsia Asset Management yang kemudian diakuisisi Stockbit dan Fullerton pada 23 Mei 2023. Fullerton adalah investment specialist terpercaya dan berpengalaman di Asia, bagian dari Seviora Grup, manajemen aset independen di bawah Temasek.
“Berdasarkan peraturan OJK, bika ada entitas atau pemegang saham ingin mendirikan bisnis manajemen investasi Indonesia, itu tidak lagi diizinkan untuk memulai dari nol. Jadi harus membeli perusahaan yang sudah ada dan mengembangkan dari sana,” jelas Director of Business Development Grow Investments Andrew Handaya dalam Podcast Konvergensi ‘Menavigasi Ketidakpastian: Strategi Reksadana di Tengah Gejolak Global’.
Baca Juga
Optimistis Sambut Pasar 2026, Grow Investments Janjikan Produk Baru
Sebelumnya Ayers telah berizin resmi dari OJK sejak 2017, serta terdaftar sebagai penasihat investasi sejak 2019. Selanjutnya pada 7 juli 2023 perusahaan berganti nama menjadi Grow Investments Indonesia sesuai keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
“Nama Grow investments melambangkan komitem kami untuk membantu investor mengembangan investasinya seiring waktu, sekaligus terus berinovasi agar bisa tumbuh bersama nasabah di setiap langkah perjalanan investasi mereka,” sambung Andrew.
Dua tahun beroperasi di Indonesia, Grow Investments telah menjajakan lima produk reksadana, meliputi reksadana saham Grow Saham Indonesia Plus (GSIP) dan Indeks Grow Sri Kehati (GSKH) reksadana indeks berbasis reksadana saham.
Selanjutnya, perusahaan menerbitkan produk untuk pasar uang dan obligasi, yakni Grow Dana Optima Kas Utama (DOKU) dan Grow Obligasi Optima Dinamis (GOOD).
“Baru Tahun ini kami terbitkan untuk reksadana pasar uang yang punya fitur penyelesaian T+0 yaitu Grow Optima Liquid Fund (GOLF) karena ada masukan investor untuk kebutuhan dana kilat makanya bikin produk ini,” jelas Andrew.
Dia bercerita, GSKH dan GSIP diluncurkan pada Juni 2024 di momen yang tepat karena tiga bulan setelahnya IHSG cukup rally. Sebelum kemudian mendekati Oktober 2024 muncul peningkatan ketidakpastian global, mendekati masa politik termasuk pemilu di AS.
Di momen tersebut Grow Investments melengkapi produk pasar uang dan obligasi, yang diklaim turut mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik.
CEO InvestorTrust Primus Dorimulu menambahkan, total AUM global per Juli 2025 telah tembus US$ 147 triliun, setara lima kali PDB AS yang sekitar US$ 30 triliun. AUm tertinggi dikelola manajer investasi Blackrock di atas US$ 10 triliun.
Sedangkan Indonesia, mencatatkan AUM Rp 856,6 triliun pada periode sama, dengan Rp 526,5 triliun di antaranya merupakan dana kelolaan pada produk reksadana. Pemain besar yang mengelola AUM tertinggi antara lain, Manulife Asset Management Indonesia, Trimegah Asset Management, dan Bahana TCW Investment Management.
Dilihat dari pertumbuhan AUM nya, Grow Investments unggul dari 19 MI pengelola dana terbesar lainnya di Indonesia.
“Anda kalau melihat suatu entitas perusahaan, lihat pertumbuhannya atau growth. Kalau dua tahun (Grow Investments) begini terus di atas 100%, tinggal beberapa tahun menyalip yang lain,” tandas Primus.

