Indodax Catat Transaksi Tertinggi di Bulan Ini, Capai Rp 2 Triliun Imbas Gejolak Dagang AS–China
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Gejolak perang dagang Amerika Serikat (AS)–China yang kembali memanas pada akhir pekan lalu berdampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia. Platform jual beli kripto Indodax mencatat lonjakan volume transaksi harian hingga hampir Rp 2 triliun, tertinggi sepanjang bulan Oktober.
Pergerakan tajam itu terjadi sesaat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor 100% terhadap produk asal China pada Jumat (10/10/2025) malam. Pernyataan tersebut memicu aksi jual besar-besaran (panic selling) di pasar global, termasuk di bursa kripto domestik.
“Begitu pengumuman itu keluar, harga langsung drop dalam waktu satu jam. Itu salah satu likuidasi terbesar dalam sejarah, sekitar US$ 19 miliar secara global. Kalau untuk Indodax, pas hari kejadian kemarin kami tinggi sekali volume perdagangan jual beli, sehari hampir Rp 2 triliun. Itu yang tertinggi di Oktober, tapi kalau di history kita ada yang lebih tinggi,” ujar Vice President Indodax Antony Kusuma di Jakarta dikutip Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, kepanikan investor membuat banyak pelaku pasar beralih ke aset likuid. “Mereka takut perang dagang makin panas, jadi banyak yang likuidasi dan pegang cash dulu. Itu pola yang sering terjadi setiap ada berita besar. Kalau yang kemarin, ada yang takut mereka jual, tapi ada yang berpikir ini harga bagus dia masuk,” katanya.
Baca Juga
"Badai" Kripto Belum Usai, Analis: Pasar Kripto Bisa Pulih Akhir 2025 Jika Tensi AS–China Menurun
Namun, setelah beberapa hari, pasar kembali menunjukkan pemulihan seiring pernyataan baru dari Trump yang menenangkan pelaku pasar. “Tiga hari kemudian Trump bilang tidak perlu khawatir, dan pasar langsung membaik. Aktivitas beli kembali meningkat di area support, jadi harga stabil lagi,” jelasnya.
Indodax mencatat, peningkatan aktivitas perdagangan tersebut tidak hanya didorong oleh aksi jual, tetapi juga oleh investor yang memanfaatkan momentum harga murah untuk melakukan akumulasi. “Awalnya banyak yang jual, tapi lama-lama banyak yang beli. Jadi akhirnya balance dan harga stabil lagi,” ujar Antony.
Ke depan, Indodax menilai pergerakan pasar kripto masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika hubungan AS–China. “Untuk jangka pendek, kami masih memantau ketegangan antara Trump dan Xi Jinping. Tapi untuk jangka panjang, komunitas tetap optimistis. Secara historis, setiap koreksi pasti diikuti pemulihan, bahkan lebih tinggi. Secara fundamental kita siapin bahwa ini akan naik lagi, karena Trump dia pro kripto, bahkan keluarganya juga,” kata ia.
Baca Juga
EDENA Token Resmi Tercatat di Indodax, Dorong Transformasi Ekonomi Digital Indonesia
Aktivitas perdagangan aset kripto di platform Indodax mencatatkan performa solid dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data terkini yang dihimpun di Coinmarketcap, Kamis (16/10/2025), volume perdagangan spot harian Indodax mencapai US$ 37,78 juta. Sementara itu, total aset yang dikelola Indodax saat ini tercatat sebesar US$ 48,45 juta, menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap ekosistem aset digital domestik yang tetap tinggi meski pasar kripto global bergejolak.
Lebih lanjut, Antony mengungkapkan bahwa jumlah anggota Indodax saat ini telah mencapai hampir 9,3 juta, naik signifikan dari 7 juta pengguna pada tahun lalu. Di mana, 99% di antaranya merupakan investor ritel. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia terus meningkat. Per Agustus 2025, jumlah konsumen pedagang aset kripto mencapai 18,08 juta orang, naik 9,57 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 16,50 juta konsumen. Dari sisi transaksi, nilai perdagangan aset kripto pada September 2025 tercatat sebesar Rp 38,64 triliun. Adapun secara kumulatif nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 (year to date) mencapai Rp 360,30 triliun. Hingga September 2025 terdapat 1.416 aset kripto yang dapat diperdagangkan di Indonesia.

