Abadi Nusantara (PACK) Gelar Rights Issue melalui OWK Rp 3,25 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 32,59 miliar obligasi wajib konversi (OWK). Total dana yang bakal dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp 3,26 triliun.
PACK dalam prospectus yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (16/10/2025) menyebutkan, dalam aksi tersebut, setiap pemegang 5 saham lama berhak memperoleh 102 HMETD. Setiap 1 HMETD memiliki hak membeli 1 OWK dengan harga pelaksanaan Rp 100 per unit OWK. Dengan demikian, perseroan berpotensi memperoleh dana segar sebanyak-banyaknya Rp 3,26 triliun dari pelaksanaan rights issue ini.
Baca Juga
Saham Solusi Kemasan (PACK) Melesat Berhari-Hari, Ternyata Ada Aksi Ini
OWK yang diterbitkan tidak memiliki bunga (tanpa kupon) dan bersifat tanpa warkat (scripless). OWK dapat dikoversi menjadi saham biasa dengan rasio 1:1 pada harga konversi Rp 100 per saham dengan nilai nominal saham hasil konversi Rp 10 per saham. Konversi dapat dilakukan mulai satu hari kerja setelah penerbitan hingga sebelum tanggal jatuh tempo pada 17 Desember 2026.
Pemegang saham pengendali juga menyatakan kesiapannya untuk menyerap seluruh OWK. PT Eco Energi Perkasa (EEP) selaku pemegang 47,16% saham PACK akan bertindak sebagai pembeli siaga. Pengendali ini berkomitmen untuk melaksanakan seluruh haknya dalam pembelian OWK yang ditawarkan.
Baca Juga
Terkait tujuan penggalangan dana melalui rights issue untuk memperkuat struktur permodalan PACK dan mendukung ekspansi bisnis jangka menengah. Sekitar 86,76% dana perolehan akan dialokasikan untuk pemberian pinjaman kepada entitas anak, yaitu PT Adhi Prakarsa Raya (APR) dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR), untuk keperluan pembayaran pembelian saham pada PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara dari Denway Development Limited.
Pembayaran pembelian saham yang dilakukan oleh entitas anak akan dilaksanakan setelah mendapatkan dana melalui PMHMETD I dan sisa dana yang diperoleh dari PMHMETD I ini akan digunakan PACK untuk pembiayaan modal kerja. Sedangkan harga saham PACK mengalami penurunan drastis lebih dari 49% menjadi Rp 1.990 dalam tiga bulan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI).

