IHSG Bisa Lanjutkan Reli Menuju 8.488, Sejumlah Saham Ini Layak Dilirik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan reli menuju level 8.445–8.488 pada perdagangan Jumat (10/10/2025), setelah kemarin ditutup melesat sebanyak 84,91 poin atau 1,04% ke level tertinggi baru sepanjang masa 8.250,94.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai bahwa ruang penguatan IHSG masih terbuka lebar usai menembus area resistance penting di 8.247. “Secara teknikal, IHSG berpotensi menguat ke resistance berikutnya di kisaran 8.445–8.488, dengan support terdekat di area 8.000–8.063,” ujar Hendra kepada investortrust.id, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga
Saat ini, dia menambahkan, indeks berada pada area lower wedge dan moving average 20 harian. Pola ini menjadi sinyal kuat kelanjutan tren positif pasar.
Optimisme juga terlihat dari kinerja LQ45 yang naik 15,26 poin atau 1,94% ke level 800,14, didorong oleh reli saham berkapitalisasi besar. Saham BBRI naik 3,76%, BMRI menguat 3,29%, BBCA bertambah 2,37%, AMMN melesat 6,09%, dan BREN naik 2,33%. Sementara itu, tekanan jual masih menekan beberapa saham seperti MLPT (-14,98%), ADRO (-6,49%), PANI (-3,90%), SMMA (-2,57%), dan AADI (-8,11%).
Dari eksternal, pasar merespons positif risalah rapat The Federal Reserve (The Fed) yang memberi sinyal potensi pemangkasan suku bunga tahun ini. Dalam risalah rapat September 2025, sejumlah pejabat The Fed menilai risiko pasar tenaga kerja meningkat, membuka peluang pelonggaran moneter meski inflasi belum sepenuhnya terkendali.
“Kombinasi sentimen eksternal yang kondusif, peluang pelonggaran moneter global, serta stabilitas domestik yang terjaga menjadi faktor utama penopang penguatan IHSG jangka pendek,” jelas Hendra.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok Setelah Hamas-Israel Capai Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Selain itu, sentimen positif muncul dari perkembangan geopolitik global setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tahap pertama perdamaian antara Israel dan Hamas, yang dinilai menurunkan risiko global dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Dari dalam negeri, data Bank Indonesia menunjukkan penjualan ritel Agustus 2025 tumbuh 3,5% (yoy), sedikit melambat dari 4,7% bulan sebelumnya, namun tetap mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga. Stimulus pemerintah terhadap konsumsi rumah tangga juga menjadi penopang aktivitas ekonomi domestik.
Terkait saham pilihan hari ini, Hendra merekomendasikan sejumlah saham berpotensi technical rebound, antara lain BBRI (buy, target Rp 3.980), JSMR (buy, target Rp 3.930), BWPT (buy, target Rp 156), dan BULL (buy, target Rp 222).

