Pernah Untung, Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp 784,15 Miliar di Kuartal III-2023
JAKARTA, investortrust.id – Emiten e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) harus kembali menelan kerugian keuangan menjadi Rp 784,15 miliar di kuartal III-2023. Penurunan bottom line emiten dengan kode saham BUKA ini mencapai 121% secara tahunan atau year on year (yoy). Asal tahu saja, BUKA sempat menikmati laba bersih Rp 3,62 triliun pada periode yang sama tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan Bukalapak pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) terlihat, rugi bersih berbanding terbalik dengan pendapatan bersih BUKA yang justru naik sebesar 28% yoy menjadi Rp 3,38 triliun per kuartal III-2023. Pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat Rp 2,59 triliun.
Baca Juga
Tumbuh 54,36%, Hasnur Internasional (HAIS) Kantongi Laba Rp 118,97 Miliar
Beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi Rp 2,49 triliun, dibanding Rp 1,81 triliun pada tahun lalu. Beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp 434,79 miliar dari Rp 819,02 miliar. Beban umum dan admistrasi turun menjadi Rp 1,02 triliun dari Rp 1,87 triliun.
Pendapatan operasi tercatat Rp 23,94 miliar. Tampaknya faktor utama kerugian yang diderita lebih banyak disebabkan kerugian nilai investasi yang tercatat Rp 707,17 miliar. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana BUKA mencatat keuntungan investasi Rp 5,23 triliun.
Alhasil Perseroan harus menerima kenyataan menderita rugi usaha menjadi Rp 1,29 triliun, dibanding posisi laba usaha yang sempat diperoleh sebesar Rp 3,53 triliun tahun lalu.
Baca Juga
Cashlez (CASH) Kantongi Izin Penggunaan Layanan QRIS dari BI
Adapun total aset Bukalapak tercatat Rp 26,65 triliun per kuartal III-2023, turun secara year to date dibanding periode 31 Desember 2022 yang tercatat Rp 27,41 triliun.
Penurunan aset sejalan dengan liabilitas yang tercatat Rp 842,69 miliar di kuartal III-2023, dibanding Rp 907,92 miliar pada 6 bulan sebelumnya.
Sedangkan total ekuitas menurun menjadi Rp 25,80 triliun dibanding tota ekuitas yang tercatat pada 31 Desember 2022 sebesar Rp 26,49 triliun.

