Intip Sentimen IHSG Sepekan, Pergerakan 6 Saham Patut Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan pasar saham diperkirakan masih cenderung tertekan selama sepekan ke depan, periode 9-13 Oktober 2023.
Sentimen ketidakpastian ekonomi global yang masih menggelayut membuat investor makin hati-hati pada instrumen investasi berisiko.
Ekonom PT Sucor Sekuritas, Ahmad Mikael, menjelaskan, tahun ini pertumbuhan ekonomi global akan lebih rendah dari tahun 2022, sementara tahun 2024 diprediksi flat.
Indikator pelemahan ekonomi global tampak dari kondisi ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi mengalami hard lending (penurunan ekonomi yang cepat), dipicu oleh anjloknya harga komoditas.
Baca Juga
Selain itu krisis yang terjadi di Eropa juga condong terjadi lebih panjang, membuat ekonomi global makin tidak pasti arah.
‘’Leading indikator AS yang komposisi finansial komponen dan non finansial komponen, menunjukan arahnya cenderung kontraksi, ekonomi AS bisa hard lending kuartal IV-2023 atau kuartal I-2024,’’ papar Ahmad Mikael saat menjadi pembicara dalam sebuah webinar, Sabtu, (7/10/2023).
Tekanan terhadap pasar saham domestik menurut dia juga akan dipicu oleh aliran dana keluar, seiring masifnya penerbitan surat utang korporasi maupun pemerintah AS.
Ahmad mengatakan kebijakan debt ceiling yang dilakukan AS sejak Juni 2023 membuat penerbitan surat utang begitu masif, akibatnya harga obligasi turun dan yield melonjak.
Saat ini yield US Treasury tenor 10 tercatat berada di level 4,8%, naik 100 bps dibanding periode Juni 2023. Aliran modal keluar tentu berdampak pada tekanan rupiah serta preferensi terhadap pasar saham.
‘’Jadi masalah utamanya bagi pasar finansial bukan semata soal bunga acuan As yang akan naik lagi, tetapi disebabkan suplai US treasury yang terlalu banyak, karena debt ceilingnya dinaikin dari US$ 31,4 triliun jadi US$ 34 triliun,’’ ujarnya.
Sementara di acar yang sama, Investment Consultant Indonsia Investment Education, Rita Effendy mamaparkan proyeksi teknikal pasar mingguan. Menurutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) cenderung mengalami koreksi bila break di level 6.900.
Baca Juga
Bank Jatim (BJTM) Ungkap Jurus Baru Perluas Pangsa Bisnis Syariah
Kalau itu terjadi ada potensi koreksi lanjutan IHSG menuju level 6.760. ‘’Senkou span A berpotensi membentuk bearish crossover terhadap senku span B,” paparnya.
Kendati begitu, peluang penguatan IHSG juga masih terbuka. Sebab pelemahan IHSG pekan lalu masih tertahan pada level support up channel & EMA200.
“Potensi rebound lanjutan akan menuju resistance di 6.970 dan resistance up channel di 7.050, masih ada,” imbuhnya.
Adapun saham pilihan yang layak diperhatikan untuk kepentingan trading sepekan ke depan yaitu:
PT Mayora Indah Tbk (MYOR):
• Break resistance at 2,580. • Potensi rally lanjutan menuju target symmetrical triangle di 2,890. • Overall MYOR masih berada dalam sideways trend.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
• Rebound dan akan tes di point B di 3.890. • Break level tersebut UNVR berpotensi kembali rally menuju PRZ bat pattern di 4.240.
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)
• Koreksi namun tertahan support di 10.000. • Bertahan di level tersebut akan mengonfirmasi koreksi hanya throwback, sehingga INKP akan melanjutkan rally menuju 14.800.
PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO)
• Rebound dari support 1.455. • Kenaikan lanjutan akan menguji last high di 1.645. • Break level tersebut, PGEO akan kembali rally menuju 1.835.
PT Midi Utama Indonesia (MIDI)
• Koreksi namun tetap bertahan di 460. • Berpotensi membentuk VCP pattern. • Bertahan di 460 akan membuka peluang rally menuju target ascending triangle di 830.
PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)
• Koreksi dan membentuk hammer di support 525/500 dengan volume yang relatif besar. • Potensi rebound menuju 590/680. • Overall WINS masih berada dalam uptrend.

