Bagikan

Fokus Ekspansi di 2026, Pengelola Bioskop CGV (BLTZ) Tak Tambah Bioskop Tahun Ini

Poin Penting

Ekspansi bioskop CGV (BLTZ) baru dimulai 2026 yang sudah masuk strategi utama perusahaan.
Semester I-2025, pendapatan turun jadi Rp614,76 miliar, namun laba bersih naik 155% jadi Rp 25,21 miliar.
Fokus strategi 2026 adalah ekspansi bioskop, penambahan penonton, dorong F&B, serta hadirkan konten eksklusif CGV.  

JAKARTA, investortrust.id PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pengelola bioskop CGV, mengumumkan ekspansi baru akan mulai direalisasikan pada 2026. Sementara penambahan bioskop tahun ini ditiadakan.

“Untuk rencana penambahan (bioskop) tahun ini sampai kuartal II-2025 memang belum ada. Tetapi untuk sampai akhir tahun kami akan melihat juga kondisi kalau memang bisa memungkinkan ada penambahan,” jelas Finance Team Leader Graha Layar Prima, Arie Hartomo Putra, dalam paparan publik insidentil virtual, Kamis (2/10/2025).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Graha Layar Prima, Haryani Suwirman, menegaskan bahwa ekspansi bioskop CGV akan dimulai pada 2026. Rencana ini masuk dalam empat strategi kerja utama perusahaan tahun depan.

Baca Juga

Pinago Utama (PNGO) Bagikan Dividen Interim Rp 101,56 Miliar, Nilai per Saham Segini  

“Pertama tetap melakukan ekspansi bioskop. Kedua, meningkatkan target penonton. Ketiga, memaksimalkan penjualan makanan dan minuman. Keempat, memperluas alternatif konten movie maupun non-movie,” ungkap Haryani.

Ia menekankan bahwa ekspansi bioskop sangat penting bagi peningkatan pangsa pasar CGV. Dengan strategi tersebut, manajemen optimistis kinerja 2026 akan lebih baik dibanding tahun ini.

Pada lini makanan dan minuman (food and beverage/F&B), perusahaan juga optimistis kontribusi pendapatan akan meningkat lewat program promosi yang inovatif. Upaya ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja secara konsolidasi.

Baca Juga

Pinago Utama (PNGO) Bagikan Dividen Interim Rp 101,56 Miliar, Nilai per Saham Segini  

Dari bisnis bioskop, Graha Layar Prima berfokus menghadirkan lebih banyak konten eksklusif CGV yang tidak tersedia di bioskop lain. “Kami juga akan memperluas kerja sama dengan mitra yang memiliki basis pelanggan besar, sehingga dapat mendorong lebih banyak penonton untuk datang ke CGV,” kata Marketing Team Leader Graha Layar Prima, Mandati Martalangga Putri.

Sepanjang semester I-2025, perseroan membukukan pendapatan bioskop Rp 386,11 miliar, turun tipis dibanding periode sama tahun lalu. Pendapatan F&B tercatat Rp 193,93 miliar, naik tipis secara tahunan. Selain itu, CGV meraup pendapatan event dan iklan Rp34,71 miliar, sedikit lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Secara total, pendapatan Graha Layar Prima semester I-2025 mencapai Rp 614,76 miliar, lebih rendah dari tahun lalu. Namun laba operasional tercatat Rp 85,79 miliar dengan margin 13,95%, sementara laba bersih naik 155,31% menjadi Rp 25,21 miliar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024