11 Perusahaan Antre IPO di BEI, Superbank Masuk Pipeline?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 11 perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham hingga 26 September 2025. Perusahaan tersebut didominasi aset menengah maksimal Rp 250 miliar. PT Superbank Indonesia masuk daftar?
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, perusahaan yang masuk dalam pipeline berasal dari bergai sektor. Di antaranya 2 perusahaan sektor bahan baku, 2 perusahaan sektor siklikal, 1 perusahaan sektor non siklikal, 2 perusahaan sektor keuangan, 2 perusahaan sektor industri , 1 perusahaan sektor teknologi, dan 2 perusahaan sektor transportasi dan logistik. Namun dirinya belum bersedia mengungkap nama perusahaan tersebut, termasuk Superbank yang diisukan akan listing tahun ini.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 0,59%, Saham Prajogo Jadi Penopang Utama
“Terdapat 7 perusahaan dengan aset menengah, yakni antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar, dan empat perusahaan lainnya dengan aset besar di atas Rp 250 miliar. Tidak ada perusahaan dengan aset kecil di bawah Rp 50 miliar,” tulis Nyoman kepada media, Senin, (29/9/2025).
Sedangkan sebanyak 23 perusahaan resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 15,05 triliun dan rights Issue terdapat 10 perusahaan dengan torehan dana rights issue dengan Rp 16,63 triliun.
Pekan lalu, Merdeka Gold (EMAS) telah menuntaskan IPO dan listing perdana saham di BEI dengan perolehan dana Rp 4,66 triliun. Dalam penawaran umum perdana saham, anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) itu melepas 1,62 miliar saham baru atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 2.880 per saham
Baca Juga
Harga Wajar Saham Merdeka Gold (EMAS) Rp 7.900! Begini Perhitungannya
Dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung kegiatan modal kerja kegiatan operasional anak-anak perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di bidang penambangan dan pengolahan bijih emas. Hasil IPO juga akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman Merdeka Gold Resources (MGR).
MGR mengelola Proyek Emas Pani (Pani Gold Project) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi sumber daya mencapai 7 juta ounces emas yang berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Sebagai bagian dari Grup Merdeka, MGR memiliki potensi sumber daya emas yang besar, menjadikannya salah satu proyek pertambangan emas paling prospektif di Indonesia.

