IHSG dan Market Cap Saham Cetak Rekor Baru Pekan Ini, Saham Ini Jadi Penyumbang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Jumat (19/9/2025). IHSG ditutup menguat di level 8.051,118 atau melampaui rekor sebelumnya, Rabu (16/9/2025) level 8.025,179.
Catatan tertinggi baru tersebut juga diikuti dengan peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) ke rekor baru bernilai Rp 14.632 triliun atau terjadi peningkatan sebanyak Rp 503 triliun (3,56%) sepanjang pekan ini. Sedangkan kenaikan IHSG pekan ini mencapai 2,51% dari 7.854 menjadi 8.051.
Baca Juga
Katalis Pemangkasan Bunga Fed dan Saham Teknologi Dongkrak Wall Street ke Level Tertinggi Baru
Rekor indeks pada penutupan pekan ini ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti BRPT melesat 32,74% menjadi Rp 3.000, DSSA menguat 11,53% menjadi Rp 114.150, MLPT naik 96.47% menjadi Rp 157.225, BMRS menguat 27,45% menjadi Rp 650, dan BREN naik 4,62% menjadi Rp 9.050.
Dengan pencapaian tersebut, IHSG sepanjang year to date (ytd) telah menguat sebanyak 13,72% atau tertinggi kedua di Asean setelah bursa saham Vietnam dengan penguatan 31,45%. Penyumbang utama kenaikan indeks ytd datang dari saham DCII, DSSA, BRPT, MLPT, TLKM, CDIA, ANTM, ASII, BRMS, dan BBRI.
Sejalan dengan penguatan pesat IHSG pekan ini, pemodal asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 3,03 triliun atau berbalik dari penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 6,59 triliun pekan lalu. Namun ytd, pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih bernilai Rp 58,69 triliun.
Baca Juga
Perusahaan Afiliasi Mendadak Borong 11,9% Saham Archi (ARCI), Ada Apa?
Terkait lompatan IHSG ke level tertinggi baru pekan ini, BEI menyebutkan bahwa kenaikan tersebut mencerminkan peningkatan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar modal Indonesia, di tengah dinamika perekonomian global. Dukungan kebijakan strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional turut memperkuat sentimen positif dan kepercayaan investor.
Optimisme teresbut juga ditukunggan kenaikan rata-rata nilai transaksi harian perdagangan saham sebanyak 47,01% menjadi Rp 28,55 triliun pekan ini, dibandingkan pekan sebelumnya rata-rata hanya Rp 19,42 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga naik 25,14% menjadi 42 miliar saham, sementara frekuensi transaksi meningkat 4,42% menjadi 2,13 juta kali.

