IHSG Sepekan Turun Tipis, Net Sell masih Jumbo Rp 6,59 Triliun Dimotori BBCA dan BMRI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan sebanyak 13,28 poin (0,17%) menjadi 7.854,06 dalam sepekan. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 6,59 triliun.
Penurunan indeks terjadi di awal pekan usai reshuffle cabinet, namun memasuki dua hari jelang akhir pekan IHSG menunjukkan pembalian arah signifikan. Apalagi setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil kebijakan menempatkan dana pemerintah Rp 200 triliun ke lima bank pemerintah.
Baca Juga
Penyumbang utama penurunan indeks pekan ini datang dari pelemahan saham DCII sebanyak 6,62%, DSSA turun 3,63%, BMRI melemah 3,42%, TLKM turun 1,59%, dan PANI melemah 8,88%. Sebaliknya saham penopang indeks datang dari BBRI naik 4,5%, ASII menguat 3,18%, BBNI naik 3,43%, BRPT naik 2,73%, dan UNTR menguat 4,44%.
Sedangkan sektor saham dengan penguatan tertinggi datang dari saham sektor kesehatan naik 2,43%, sektor material dasar naik 1,78%, sektor industru menguat 1,91%, sektor konsumer non primer naik 1,33%, dan sektor keuangan 0,42%. Pelemahan meladan saham sektor teknologi, infrastruktur, dan energi.
Baca Juga
Terkait penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 6,59 triliun sepanjang pekan ini. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 3,72 triliun, BMRI mencapai Rp 2,57 triliun, HEAL senilai Rp 1,04 triliun, BBNI mencapai Rp 314 miliar, dan ADRO senilai Rp 280 miliar.
Adapun saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak pekan ini dipimpin saham BMAS Rp 491 miliar, disusul BBRI Rp 292 miliar, MDKA senilai Rp 277 miliar, ASII mencapai Rp 253 miliar, dan NSSS senilai Rp 138 miliar.

