Rumor 'Backdoor Listing' Perusahaan Asing Picu Euforia Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar modal Indonesia kembali diramaikan dengan pergerakan tak biasa pada saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA). Dari level harga Rp 25 per saham, DADA mendadak menjadi incaran investor setelah beredar rumor masuknya perusahaan asing besar melalui skema backdoor listing.
Backdoor listing atau reverse takeover merupakan mekanisme ketika perusahaan besar yang belum tercatat di bursa mengambil alih perusahaan publik berukuran kecil untuk masuk ke pasar modal. Mekanisme ini kerap memicu lonjakan spekulatif harga saham target akuisisi.
Analis pasar modal Michael Wijaya mengatakan, menilai potensi revaluasi DADA tengah diperhitungkan pasar. “Dari valuasi sekitar Rp 600 miliar, rumor masuknya perusahaan asing membuat saham ini dilihat punya prospek multibagger,” ujarnya dikutip Jumat (29/8/2025).
Baca Juga
Saham Diamond Citra (DADA) Melesat hingga Diburu di Pasar Negosiasi, Bakal Backdoor Listing?
Jika dibandingkan dengan harga DADA di Rp 25 per lembar, valuasi pasca masuknya investor asing diperkirakan bisa bergerak signifikan. Target spekulatif yang beredar di pasar menyebutkan harga bisa naik tinggi. Pada perdagangan sesi I, Jumat (29/8/2025) saham DADA naik 7,14% menjadi Rp 30 per lembar.
Sementara itu, Pengamat saham Rendy Yefta menilai rumor tersebut telah menciptakan euforia di lantai bursa. “Transaksi jumbo, lonjakan bid, dan nego di harga tinggi memberi sinyal bahwa ada aksi korporasi besar yang sedang disiapkan,” kata Rendy.
Baca Juga
Kenaikan Saham Diamond Citra (DADA) Berkaitan dengan ‘Backdoor Listing’? Simak Peluang & Risikonya
Meski demikian, analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati risiko volatilitas. “Pasar tidak pernah berbohong, tetapi rumor belum tentu menjadi kenyataan. Investor harus berhati-hati dalam mengambil keputusan,” ucap Michael.

