Anak Presiden AS Donald Trump Prediksi Bitcoin Bakal Ke US$ 175.000 di Akhir Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Eric Trump, dalam Simposium Blockchain Wyoming yang diselenggarakan pada 18-21 Agustus 2025, memprediksi harga Bitcoin akan mencapai US$ 175.000 atau setara Rp 2,8 miliar per koin. Angka ini mengukuhkan posisinya sebagai tokoh penting dalam diskusi mata uang kripto.
Eric yang bernama lengkap Eric Frederick Trump adalah pebisnis Amerika Serikat. Ia merupakan anak ketiga atau putra kedua dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ivana Trump. Ia menjabat sebagai wakil presiden eksekutif bagian pengembangan dan akuisisi The Trump Organization.
Prediksinya menandakan meningkatnya minat institusional terhadap Bitcoin, yang berpotensi mendorong momentum pasar, di tengah pencatatan publik American Bitcoin dan diskusi regulasi yang melibatkan para pembuat kebijakan AS.
Baca Juga
Harga Bitcoin Cs Terkoreksi Jelang Pidato Powell di Simposium Jackson Hole
Eric Trump, salah satu pendiri American Bitcoin, memprediksi harga Bitcoin akan melampaui US$ 175.000 pada akhir tahun. Komentarnya di Simposium Blockchain Wyoming menekankan perkembangan mata uang digital tersebut.
Eric Trump, Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization, menyatakan keterlibatannya yang luas dalam proyek-proyek kripto, menggarisbawahi pentingnya Bitcoin dalam strategi keuangan saat ini. "Saya pikir kita akan mencapai lebih dari US$ 175.000 tahun ini. Beberapa tahun lagi, tidak diragukan lagi Bitcoin akan mencapai lebih dari US$ 1 juta," ujarnya dilansir dari Coinmarketcapnews, Minggu (24/8/2025).
Baca Juga
Dampak prediksi Trump dapat memengaruhi investor institusional dan dinamika pasar. Keterkaitan Eric dengan American Bitcoin dan pencatatan sahamnya di Nasdaq mendorong minat terhadap mata uang kripto.
Para analis menggarisbawahi lonjakan arus masuk institusional senilai US$ 50 miliar ke ETF Bitcoin sebagai alasan utama tren bullish, yang didukung oleh komitmen Trump.
Peran strategis Trump dalam American Bitcoin membantu ekspansinya di seluruh Asia, yang mencerminkan pergeseran keuangan global. Reaksi pasar didorong oleh ekspektasi akan kejelasan regulasi dan pertumbuhan infrastruktur di ranah kripto.
Data historis menunjukkan dukungan publik dan pencatatan saham perusahaan sering kali mendorong momentum harga. Strategi Mikro Michael Saylor menjadi preseden bagi pendekatan Trump, yang menunjukkan potensi pertumbuhan pasar kripto yang substansial.
Harga Bitcoin kembali melemah dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Minggu (24/8/2025) pagi, Bitcoin diperdagangkan di level US$ 115.291, turun 1,86% dalam tujuh hari terakhir.
Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat berada di kisaran US$ 2,29 triliun, turun 1,36%, dengan volume perdagangan harian menyusut tajam hingga 33,02% menjadi US$ 54,22 miliar. Sementara itu, rasio volume terhadap market cap harian berada di 2,39%.
Pergerakan harga dalam sepekan menunjukkan volatilitas cukup tinggi. Setelah sempat menyentuh US$ 117.616 pada 18 Agustus, harga Bitcoin merosot hingga di bawah US$ 113 ribu sebelum kembali bergerak di kisaran US$ 115 ribu pada 24 Agustus.
Dengan suplai maksimum 21 juta BTC, saat ini jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,91 juta BTC, mendekati batas maksimal yang tersedia.

