Anak Usaha Pelindo (IPPC) Catat Bongkar Muat CBU Naik 13,12% per Oktober
JAKARTA, investortrust.id – Anak usaha Grup Pelindo, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPPC) menyampaikan perkembangan layanan bongkar muat kendaraan dan alat berat, baik di terminal internasional maupun domestik.
Sekretaris Perusahaan IPPC, Chandra Irawan, mengatakan, layanan jasa kepelabuhanan yang digarap Perseroan menunjukan tren positif, khususnya di terminal domestik.
Tren positif kinerja layanan terjadi sejak Pemerintah RI melakukan normalisasi aktivitas sosial dan mobilitas seiring perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi.
‘’Secara keseluruhan jumlah kargo kendaraan yang dilayani sepanjang bulan Oktober 2023 cenderung variatif pada berbagai segmen kargo,’’ papar Chandra dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, Senin (13/11/2023).
Baca Juga
IPPC dan Hyundai Perkuat Kerja Sama Layanan Bongkar Muat Kepelabuhanan
Tercatat, total kargo kendaraan CBU di Lapangan Internasional yang ditangani IPPC di bulan Oktober 2023 sebanyak 40.119 unit, lebih tinggi 13,12% MoM dari bulan sebelumnya. Kemudian jenis alat berat (termasuk bus/truck) sebanyak 598 unit atau lebih rendah 38,92% MoM, dan general cargo sebanyak 4.667 M3 atau lebih rendah 30,78% MoM.
Sedangkan kondisi pada Terminal Domestik juga tercatat variatif di mana kendaraan CBU yang dilayani tercatat sebanyak 28.291 unit, lebih tinggi 12,50% MoM, kemudian alat berat sebanyak 6.915 unit dan general cargo sebanyak 4.925 unit per kuartal III-2023, di mana masing-masing lebih tinggi 15,56% MoM dan lebih rendah 6,63% MoM dibandingkan pencapaian yang sama di bulan sebelumnya
Dikatakan Chandra, pihaknya memastikan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan berjalan lancar.
Baca Juga
Dibayangi Tekanan Global, Yield Obligasi Pemerintah RI Berpotensi Naik
Sebelumnya, IPPC melaporkan kinerja kuartal III-2023 dengan mencatatkan kenaikan laba bersih dan pendapatan yang signifikan.
Laba tahun berjalan mencapai Rp 141,94 miliar, naik 30,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 108,89 miliar. Naiknya laba IPCC berbanding lurus dengan naiknya pendapatan perseroan.
Pada periode tersebut, IPPC membukukan pendapatan operasi Rp 548,16 miliar, naik 7,83% yoy dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 508,33 miliar.

