Getol Ekspansi Pusat Data, DCI Indonesia (DCII) Siapkan Capex Rp 1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Emiten penyedia layanan pusat data (data center) PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1 triliun di tahun ini.
Melalui paparan publik yang digelar Senin (22/4/2024), Direktur Keuangan dan Corporate Affairs PT DCI Indonesia Tbk, Evelyn mengungkapkan bahwa capex tersebut sebagian besar akan digunakan untuk ekspansi pusat data yang sudah beroperasi.
Saat ini, DCII mengoperasikan tiga pusat data yang mencakup DCI-Hyperscale 1 (H1) di Cibitung, Kabupaten Bekasi; DCI-H2 di Karawang, dan DCI-E1 Jakarta. Secara kapasitas, tiga pusat data tersebut mencapai 83 megawatt (MW).
"Kami menargetkan pengeluaran capex tahun ini sebesar Rp1 triliun dan akan digunakan untuk melakukan ekspansi pusat data atau data center," katanya dalam paparan publik, Senin (22/4/2024).
Evelyn menjelaskan DCII saat ini sedang meningkatkan kapasitas DCI-H1 dengan membangun gedung kelima di lokasi tersebut. Gedung tersebut akan menambah kapasitas pusat data DCII hingga 36 MW dari total target penambahan kapasitas tahun ini sebesar 119 MW.
Baca Juga
Otto Toto Sugiri Beberkan Pengembangan DCI Indonesia (DCII) Berikut Ini
Vice President Market Development and Sales Strategy DCII Abieta Billy menambahkan, pihaknya tidak akan berfokus untuk menambah kapasitas dari lokasi pusat data yang sudah ada.
DCII juga melihat kemungkinan untuk melakukan ekspansi data center dari lokasi yang saat ini telah dimiliki DCII seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan. Sayangnya, Billy belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana ekspansi tersebut.
"Kami melihat adanya potensi pembangunan data center kami di kota lainnya, ini akan menambah kapasitas dari yang sudah ada saat ini dan akan dibangun," ujar Abieta.
Rencana ekspansi di luar lokasi pusat data milik DCII saat ini diketahui sudah dalam tahap perencanaan. DCII berencana untuk membangun pusat data tambahan di lokasi baru, yakni Bintan, Kepulauan Riau.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (22/4/2024), pusat data DCII-H3 Sky Bintan dilakukan untuk menggaet pelanggan baru dari luar negeri, khususnya Singapura. Pusat data tersebut rencananya akan memiliki kapasitas 2.000 hingga 3.000 MW.
Baca Juga
Kunjungi Pusat Data DCII, Menkominfo dan Mendag Dukung Pertumbuhan Digital
Sebelumnya Presiden Direktur DCII Otto Toto Sugiri mengatakan bahwa total kapasitas pusat data DCII hingga Maret 2024 sudah 82 MW dengan power uptime mencapai 100%.
“Kita sampai akhir tahun ini akan menambah kapasitas sekitar 120 MW data center. Sedangkan saat ini masih ada 82 MW,” katanya usai ditemui saat acara DCI Indonesia E1 Open Days di Jakarta, Kamis (21/3/2024).
Toto mengungkapkan biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas pusat data mencapai US$10 juta per 1 MW. "Sekitar US$ 8 juta hingga US$ 10 juta per megawatt, itu gambaran untuk tahun ini kurang lebih segitu," ungkapnya.
Seiring dengan rencana ekspansinya tahun ini, DCII menargetkan kembali pertumbuhan lebih dari 10% untuk kinerja tahun ini. Tentu saja, target tersebut tidaklah mengejutkan bagi DCII yang berhasil mencatatkan kinerja ciamik pada tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2023, pendapatan DCII meningkat 25,09% secara tahunan ke Rp 1,3 triliun. Adapun, untuk laba bersih pada tahun yang sama pertumbuhannya terbilang fantastis mencapai 39,9% menjadi Rp 514 miliar.
Sementara total aset yang dimiliki oleh DCII juga ikut bertambah dari Rp 3,21 triliun pada 2022 menjadi Rp 3,67 triliun pada 2023. Jumlah ekuitasnya juga naik dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,63 triliun. Di sisi lain, liabilitas DCII tercatat menurun dari Rp 1,63 triliun pada 2022 menjadi Rp 1,46 triliun pada 2023.
Sebagai informasi, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) merupakan data center Tier IV pertama di Asia Tenggara yang menyediakan layanan infrastruktur data center yang aman dengan menjamin SLA kolokasi sebesar 99,999% atau hanya downtime lima menit dalam setahun.

