Saham TLKM, BBRI, dan ASII Sumbang Net Buy Rp 6,16 Triliun dalam Sebulan, Bagaimana Target Harganya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Astra International Tbk (ASII) menjadi tiga saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing dalam sebulan terakhir. Ketiga saham ini menyumbang angka net buy hingga Rp 6,16 triliun atau lebih tinggi dari total net buy saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 4,15 triliun dalam sebulan terakhir.
Net buy terbanyak melanda saham TLKM senilai Rp 2,65 triliun, BBRI mencapai Rp 2,38 triliun, dan ASII senilai Rp 1,13 triliun. Sebaliknya tigak saham penyumbang terbesar penjualan bersih (net sell) saham dalam sebulan terakhir, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,69 triliun, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 616,28 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 541,89 miliar.
Baca Juga
Sejalan dengan net buy massif oleh investor asing, ketiga saham tersebut ternyata mencatatkan kenaikan harga mengesankan dalam sebulan terakhir. Kenaikan tertinggi dicatatkan saham TLKM mencapai 23,97% menjadi Rp 3.310, Saham ASII melesat 6,46% menjadi Rp 5.025, dan saham BBRI menguat sebanyak 5,10% menjadi Rp 4.120.
Terkait target harga saham tiga emiten tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.500 untuk saham TLKM. Target ini merefleksikan kenaikan target EV/EBITDA lima tahun, dipadukan dengan DCF, seiring potensi re-rating industri pada semester II-2025.
Target tersebut telah mempertimbangkan reivisi turun target laba bersih menjadi Rp 20,88 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan semula Rp 23,64 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 149,96 triliun menjadi Rp 145,55 triliun. Hingga semester I-2025, TLKM raih pendapatan Rp 73 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 10,97 triliun.
Baca Juga
Pantas Sahamnya Terbang 194%, Futura Energi (FUTR) Mau Diakusisi Investor Ini
Begitu juga dengan saham BBRI direkomendasikan beli oleh mayoritas sekuritas dalam riset yang diterbitkan selama tiga bulan terakhir. Berdasarkan data, sebanyak 12 sekuritas merekomendasikan beli saham ini dan hanya 6 sekuritas yang mempertahankan rekomendasi hold. Rata-rata target harga Rp 4.500, sehingga terbuka peluang penguatan sebanyak 9,24.
Begitu juga dengan saham ASII direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.350 oleh Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu. Dengan harga penutupan Rp 5.025 terbuka peluang kenaikan harga saham ini sebanyak 26,36%. Rekomendasi beli tersebut mempertimbangkan torehkan laba bersih ASII semester I-2025 senilai Rp 15,5 triliun sejalan dengan perkiraan Mandiri Sekuritas dan consensus analis.
Grafik Saham TLKM, BBRI, dan ASII

