Inilah Sejumlah Hal Unik Jika Miliki 1 Bitcoin di Tahun 2025, Apa Saja?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah lonjakan harga Bitcoin (BTC) yang kini menembus US$ 120.000 atau setara Rp 1,94 miliar, kepemilikan penuh 1 BTC menjadi prestasi langka di dunia kripto.
Data blockchain menunjukkan hanya sekitar 800.000–850.000 orang di seluruh dunia yang benar-benar memiliki 1 Bitcoin utuh, menjadikannya lebih langka daripada status miliarder. Dengan jumlah populasi global mencapai 8 miliar, persentasenya hanya sekitar 0,01%-0,02% dari seluruh manusia di planet ini.
Melansir dari Pintu, Selasa (12/8/2025), inilah sejumlah hal unik yang telah dirangkum dari Cointelegraph bagi investor kripto yang memiliki 1 BTC. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Menurut data terbaru dari Reddit, terdapat sekitar 827.000–900.000 alamat wallet yang memiliki minimal 1 BTC. Namun, banyak dari alamat ini dimiliki oleh bursa kripto, institusi, atau individu yang membagi kepemilikannya ke beberapa alamat. Estimasi jumlah pemilik unik yang benar-benar punya 1 BTC penuh hanya sekitar 800.000–850.000 orang.
Jika dibandingkan dengan jumlah pemilik mata uang kripto secara global, angkanya lebih mengejutkan. Dari sekitar 560 juta orang yang memiliki aset kripto, hanya sekitar 0,18% yang memegang 1 BTC atau lebih. Artinya, kurang dari 2 dari 1.000 pelaku pasar kripto berhasil mencapai tonggak kepemilikan ini.
Lebih Langka dari Jadi Miliarder
Dengan harga saat ini di atas Rp 1,94 miliar per BTC, kepemilikan 1 koin penuh menjadi tantangan besar bagi sebagian besar orang. Dibutuhkan modal besar, pendapatan tinggi, dan keyakinan kuat untuk mengalokasikan dana sebesar itu pada satu aset yang volatil.
Menariknya, ada sekitar 16 juta miliarder di dunia, namun jumlah pemilik 1 BTC jauh lebih sedikit. Fakta ini membuat memiliki Bitcoin utuh lebih langka daripada memiliki status miliarder.
NFL star Odell Beckham Jr., misalnya, mengonversi gaji NFL 2021 senilai US$ 750.000 menjadi BTC, yang kini nilainya mencapai sekitar Rp 21,9 miliar setelah harga BTC menembus US$ 123.000 pada pertengahan 2025.
Bitcoin dirancang dengan pasokan maksimum 21 juta koin, dan per pertengahan 2025, lebih dari 19,8 juta BTC telah ditambang melalui proses Bitcoin mining. Ini menyisakan kurang dari 1,2 juta koin untuk ditambang, belum termasuk koin yang hilang atau disimpan jangka panjang.
Distribusi kepemilikan sangat timpang. Sekitar 1,86% dari seluruh alamat BTC menguasai 90% pasokan. Empat alamat teratas yang memegang antara 100.000 hingga 1 juta BTC menguasai 14% dari total koin, sementara 100 alamat teratas menguasai lebih dari 58%. Dengan distribusi yang begitu terpusat, peluang mendapatkan 1 BTC utuh semakin kecil dari waktu ke waktu.
Hambatan Akses Global
Menurut Bradley Peak, Journalist di Cointelegraph, meskipun kripto bersifat global dan tanpa batas, kesenjangan akses masih nyata. Sekitar 6,8% populasi dunia atau 560 juta orang memiliki mata uang kripto, namun sebagian besar hanya memegang kurang dari 0,01 BTC. Bahkan, 1,4 miliar orang dewasa di dunia masih tidak memiliki akses perbankan, internet yang memadai, atau layanan kripto yang layak.
Di wilayah seperti Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan, adopsi mobile money cukup tinggi, tetapi hambatan seperti biaya on-ramp yang mahal, kebijakan KYC ketat, dan ketidakpastian pajak Bitcoin membuat kepemilikan BTC menjadi sulit. Faktor-faktor ini mempersempit peluang kepemilikan penuh 1 BTC bagi jutaan orang.
Risiko dan Persepsi Publik
Selain hambatan teknis dan finansial, faktor psikologis juga membatasi minat untuk memiliki 1 BTC penuh. Volatilitas harga yang ekstrem membuat banyak orang ragu. Pada 2025, BTC sempat melonjak dari US$ 109.000 menjadi di atas US$ 120.000, lalu anjlok ke kisaran US$ 75.000 hanya dalam beberapa minggu.
Stigma sebagai aset spekulatif juga masih melekat. Tokoh-tokoh besar seperti Robert Shiller, Warren Buffett, dan George Soros pernah menyebut Bitcoin sebagai gelembung atau skema ponzi. Ditambah dengan kasus manipulasi pasar, wajar jika sebagian orang menganggap kepemilikan 1 BTC lebih mirip perjudian berisiko tinggi ketimbang strategi investasi jangka panjang.
Dengan demikian, memiliki 1 Bitcoin di 2025 adalah pencapaian yang sangat langka dan penuh tantangan, baik dari sisi finansial maupun psikologis. Dengan pasokan yang terbatas, distribusi yang timpang, dan hambatan akses yang signifikan, peluang mencapai kepemilikan 1 BTC penuh akan semakin sulit di masa depan.

