Pengendali Tambah Saham Surge (WIFI), Harga Pembelian di Atas Harga Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Hashim Djodjohadikusumo melalui perusahaan yang dikendalikannya PT Investasi Sukses Bersama (ISB) menambah kepemilikan saham di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. ISB memborong sebanyak 30,09 juta atau 0,57% saham WIFI di atas harga perdagangan.
Manajemen dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/8/2025), menyebutkan bahwa ISB membeli sebanyak 30,09 juta saham WIFI dengan harga pelaksanaan Rp 2.880, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 86,67 miliar. Pembelian dilakukan pada 8 Agustus 2025.
Baca Juga
Usai Rilis Lompatan Laba Semester I, Sekuritas Ini Patok Potensi Cuan Saham Surge (WIFI) 152%
“Tujuan transaksi untuk penambahan portofolio efek dengan status kepemilikan langsung. Penambahan tersebut menjadikan total saham WIFI yang dikendalikan ISB bertambah menjadi 54,22%,” tulis penjelasan resminya.
Berdasarkan data, Hashim merupakan pengendali PT Asrari Sentra Data (ASD) yang menguasai sebanyak 45% saham PT Investasi Sukses Bersama (ISB). Sedangkan ISB sendiri kini menguasai sebanyak 54,22% saham WIFI.
Sebelumnya, WIFI menmgumumkan perseroan melalui anak usahanya PT Jaringan Infra Andalan (JIA) menuntaskan akuisisi PT Investasi Jaringan Nusantara (IJN). Transaki bernilai Rp 599,99 juta bertujuan untuk perluasan dan ekspansi grup perseroan ke depan.
Direktur Surge Shannedy Ong mengatakan dalam penjelasan resminya kemarin di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa pembelian tersebut didasarkan perjanjian jual beli saham yang ditandatangani pada 4 Agustus dan 5 Agustus. Pemegang saham IJN mengalihkan shamnya kepada JIA. “Transaksi tersebut akan menunjang perluasan dan ekspansi grup perseroan ke depan,” tulisnya.
Baca Juga
Saham BATR Disebut Bisa Menuju Rp 150, Sejumlah Faktor Ini Jadi Penopang
Hingga semester I-2025, Surge, emiten yang dikendalikan Hashim Djojohadikusumo, membukukan kinerja luar biasa dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 66,2% dan 153,6%. Dorongan utama berasal dari pertumbuhan pelanggan internet tetap (FTTH) dan peningkatan signifikan pendapatan segmen periklanan.
Laba bersih meningkat sebanyak 153,6% menjadi Rp 228 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 90 miliar. Pendapatan perseroan juga melambung dari Rp 309 miliar menjadi Rp 513 miliar serta EBITDA melesat dari Rp 206 miliar menjadi Rp 399 miliar.

