IHSG Ditutup Rebound 0,58% Berkat Dukungan Saham Emiten Dua Grup Besar Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/8/2025), ditutup menguat sebanyak 43,2 poin (0,58%) menjadi 7.533. Sedangkan pergerakan harian berada dalam rentang 7.490-7.648 dengan nilai transaksi Rp 15,69 triliun.
Penyumbang utama kenaikan indeks akhir pekan ini datang dari saham emiten Barito Group milik Prajogo Pangestu dan Sinarmas Group. Kenaikan terjadi setelah saham DSSA, CUAN, PTRO, resmi masuk MSCI Global Index. Sebaliknya saham penekan utama indeks hari ini datang dari DCII.
Baca Juga
Tahapan Akuisisi Dimulai, Morris Capital Caplok 5,1% Saham Multi Makmur (PIPA)
Secara ektor, saham energi melesat 2,27%, sektor industry 2,19%, sektor keuangan 0,60%, sektor infrastruktur 0,98%, transportasi 0,55% dan property mencapai 0,14%. Sebaliknya tekanan datang dari saham sektor teknologi 2,64%.
Di tengah penguatan tersebut, empat saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) naik 24,76% menjadi Rp 655, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) naik 24,58% menjadi Rp 294, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,52% menjadi Rp 965, dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga melesat 20% menjadi Rp 78.600.
Meski tak ARA, saham PT Tanah Laut Tbk (INDX) melesat sebanyak 25,33% menjadi. Sebaliknya penurunan signifikan melanda saham COIN sebanyak 14,89% menjadi Rp 1.600, FORU turun 14,83% menjadi Rp 1.465, ENRG sebanyak 14,17% menjadi Rp 545, RAAM sebanyak 12,50% menjadi Rp 294, dan DCII melemah 10% menjadi Rp 281.075.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah sebanyak 13,57 poin (0,18%) menjadi 7.490, meski demikian pemodal asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 666,09 miliar dengan saham pilihan ENRG sebanyak Rp 494,01 miliar, AMMN Rp 218,15 miliar, dan DEWA Rp 216,31 miliar.
Baca Juga
Trump Izinkan Dana Pensiun Investasi di Kripto, Bitcoin Berpotensi Tembus US$ 123.000
Penurunan indeks kemarin dipicu atas kejatuhan sektor teknologi 4,46% setelah saham DCII anjlok lebih dari 10%, sektor infrastruktur 1,64%, sektor property 0,15%, sektor konsumer non primer 0,17%, dan sektor energi 0,27%. Sisanya mencatatkan penguatan terbesar sektor materal dasar 1,21%.
Meski IHSG melemah, beberapa saham ini justru catatkan kenaikan mengesankan, seperti saham FUTR sebanyak 30% menjadi Rp 104, KBLV naik 27,78% menjadi Rp 92, MBTO naik 27,17% menjadi Rp 117. Kenaikan pesat juga melanda saham SMGA sebanyak 26,88% menjadi Rp 118, CSIS naik 26,51% menjadi Rp 105, dan RAAM naik 24,44% menjadi Rp 336.

