Torehkan Lompatan Laba 26,84%, Surya Biru (SBMA) Ungkap Kiat Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Emiten gas industri, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), mencatat kenaikan laba bersih sebanyak 26,84% menjadi Rp 6,71 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 5,29 miliar. Laba per saham juga meningkat dari Rp 5,70 menjadi Rp 7,22.
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan menjadi Rp 67,17 miliar atau naik 10,56% dari periode sama tahun 2024 capai Rp 60,75 miliar. Peningkatan ini juga mendorong pertumbuhan laba kotor menjadi Rp 33.99 miliar, naik 10,37% dari Rp 30,80 miliar di semester I-2024.
Baca Juga
Surya Biru Murni (SBMA) Bidik Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Kebutuhan Gas Kalimantan
Direktur Operasional SBMA, Julianto Setyoadji, mengungkapkan pendapatan Surya Biru (SBMA) berasal dari dua kategori utama, yaitu pendapatan produk dan pendapatan jasa. Pendapatan produk berkontribusi Rp 65,39 miliar dan sisanya pendapatan jasa Rp 1,77 miliar.
“Peningkatan kinerja ini tak terlepas dari arahan dan pandangan yang disampaikan komisaris utama untuk menjadikan SBM terus berkembang dengan memberikan pelayanan terbaik. Hal ini telah menjadi dasar operasional untuk terus tumbuh dan menjaga kepercayaan pelanggan,” ujar Julianto dalam keterangan resminya Rabu, (6/8/2025).
Hingga kini, SBMA memiliki beragam pelanggan korporasi, seperti PKT dan PT Badak yang menambah varian produk Liquid. Pelanggan lainnya adalah PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Sanggar Sarana Baja sebagai entitas dari PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Pama Persada Nusantara, hingga PT Kaltim Prima Coal. Adapun pendapatan jasa sendiri berasal dari jasa pengiriman barang di luar harga produk penjualan barang dagang dan pendapatan servis lainnya.
Baca Juga
Selain mencetak peningkatan kinerja keuangan, SBMA berhasil memperkuat posisi neraca keuangan. Total aset mencapai Rp 290,45 miliar, meningkat 0,16% dari Rp 289,97 miliar pada 31 Desember 2024. Total ekuitas juga bertumbuh 2,95% dari Rp 227,89 miliar pada akhir tahun 2024 menjadi Rp 234,61 miliar pada pertengahan tahun 2025.
“Laporan keuangan ini mencerminkan manajemen yang efektif dan operasional yang kuat, menempatkan SBMA pada posisi yang baik untuk melanjutkan tren pertumbuhan positif di paruh kedua tahun 2025,” pungkas Julianto.
SBMA merupakan perusahaan yang memproduksi gas industri, seperti Acetylene, Oksigen dan Nitrogen. Perseroan juga memproduksi berbagai gas industri lainnya, seperti Argon, Karbondioksida, Gas Campuran, Udara bertekanan dan gas khusus lainnya untuk laboratorium dan pengujian.

