Delta Dunia (DOID) Tetapkan Dividen Interima Rp 10,64 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Delta Dunia Tbk (DOID) menetapkan nilai dividen interima per saham sebanyak Rp 10,64 per saham. Nilai dividen tersebut setara dengan total Rp 78,07 miliar.
Direktur Delta Dunia Dian Sofia Andyasuri dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (12/12/2023) mengatakan, perseroan menetapkan dividen senilai Rp 10,64 per saham. Angka tersebut didasarkan dengan nilai tukar rupiah Rp 16.614 per dollar AS.
Baca Juga
Cek, Anak Usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) Mulai Tawarkan Obligasi Rp1,5 T
Manajemen perseroan sebelumnya telah memutuskan dividen interim tahun buku 2023 senilai US$ 5 juta. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2023.
Pembagian dividen interim tersebut didasarkan atas laba bersih yang dapat diatribusikan perseroan mencapai US$ 21,66 juta hingga September 2023. Sedangkan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunannya US$ 113,11 juta.
Anak usaha perseroan, PTBukitMakmurMandiriUtama(BUMA),sebelumnya disebutkan tengah menawarkan Obligasi I BUMA Tahun 2023 dengan nilai maksimal sebesarRp1,5triliun. Langkah awalBUMA di pasar obligasi Indonesia ini sekaligus juga memperkuat kredibiltas BUMA sebagai perusahaan jasapertambangan yang beroperasi diIndonesiadan Australia.
Baca Juga
TikTok Shop Beroperasi Lagi, Mendag Beri Masa Percobaan 3-4 Bulan
Presiden Direktur BUMA Indra Kanoena mengatakan, penawaran umum Obligasi IBUMA Tahun 2023 merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah jangka bagi seluruhpemangku kepentingan.“Kamipercayabahwapenerbitanobligasi ini akan memperkuat kepercayaan investor dari dalam negeri untuk mendukungindustripertambangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dana hasil penerbitan obligasiakan digunakan untuk mendorongpertumbuhanBUMA,termasukpeningkatanmodaluntukpengembanganbisnissertapenguatanstrategi efisiensi operasional yang berkesinambungan.
"PenawaranUmumObligasiIBUMATahun2023semakinmemperluasdiversifikasistrategipembiayaan kami yang saat ini terdiri dari Obligasi, Pinjaman Bank Konvensional danSyariah, serta skema pembiayaan Leasing, yang semuanya dalam mata uang Dollar AS.Langkah strategis ini mengukuhkan komitmen kami terhadap transparansi, akuntabilitas,sertapelibatan komunitasinvestasidipasarkami,"kata Indra.

