Budi Frensidy: Saham Non-LQ45 Jadi Penopang IHSG, Bluechip Berakhir?
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Budi Frensidy menyebutkan saham-saham di luar indeks LQ45 sebagai penopang laju indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, saham-saham non-LQ45 justru berperan signifikan dalam mengangkat kinerja IHSG dalam dua bulan terakhir hingga mengalahkan performa saham-saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam indeks LQ45.
Baca Juga
“IHSG BEI diselamatkan oleh saham-saham non LQ45. Indeks LQ45 itu hanya menang 1 atau 2 emiten. Kinerja saham-saham big caps yang mestinya lebih baik, yaitu bluechip yang sudah tersaring di LQ45, tapi ternyata tidak sebagus IHSG,” ujar Budi dalam acara RISE Forum 2025 di Jakarta, Selasa, (5/8/2025).
Sebagai informasi, di lantai bursa, IHSG ditutup menguat 50,53 poin (0,68%) ke posisi 7.515,18 pada Selasa, (5/8/2025). Dalam sebulan terakhir, IHSG telah menguat sebanyak 8,85% dan sejak awal tahun indeks telah menguat 6,15%.
Baca Juga
Lebih lanjut, ia menambahkan, dominasi saham non-LQ45 terlihat dari perbandingan jumlah emiten yang terdaftar di BEI. Dari lebih 900 saham yang tercatat di BEI, hanya 45 di antaranya yang masuk indeks LQ45.
“Dengan kata lain, saham-saham non LQ45 perform lebih baik, dibandingkan saham-saham LQ45, sehingga IHSG bisa bertumbuh lebih baik dibandingkan indeks LQ45,” jelasnya.

