IHSG Sesi I Melemah 0,33%, Sebaliknya COIN dan BRNA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (4/8/2025), ditutup melemah 24,87 poin (0,33%) menjadi 7.512. Pergerakan dalam rentang 7.462-7.560 dengan nilai transaksi Rp 7,69 triliun.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,54%, sektor keuangan 0,38%, sektor material dasar 0,05%, sektor konsumer non primer 0,06%. Sebaliknya penguatan melanda sektor saham industry 0,40%, sektor konsumer primer 0,98%, dan sektor kesehatan 1,61%.
Baca Juga
BEI Catat 4 Perusahaan Masuk Pipeline IPO, Tiga Beraset Besar
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham catatkan kenaikan harga, yaitu PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) naik 27,42% menjadi Rp 79, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 25% menjadi Rp 1.000, PT Berlina Tbk (BRNA) naik 24,63% menjadi Rp 835, PT MD Entertainment Tbk (FILM) menguat 23,50% naik Rp 2.470, dan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) menguat 21,74% menjadi Rp 112.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan terdalam, yaitu saham CLAY melemah 11,11% menjadi Rp 1.200, INRU turun 11,11% menjadi Rp 680, CUAN melemah 4,26% menjadi Rp 1.460, dan NICL melemah 4,57% menjadi Rp 1.045.
Pekan lalu, IHSG catatkan penurunan tipis 5,73 poin (0,08%) menjadi 7.537, meski demikian indeks sempat mencapai rekor tertinggi intraday dalam sembilan bulan terakhir level 7.680. Penurunan indeks pekan ini dipicu atas koreksi saham big bank.
Data BEI menyebutkan bahwa penurunan tersebut dipicu atas penurunan sebanyak 348 saham. Sisanya sebanyak 213 saham ditutup stagnan dan hanya 395 saham yang berhasil menguat. Bahkan, sebanyak 218 saham mencatatkan penurunan lebih dari 14% dalam sepekan terakhir.
Baca Juga
Riduan Pimpin Bank Mandiri, Perkuat Akselerasi Ekonomi Nasional
Sedangkan sektor penyumbang terbesar terhadap penurunan indeks tersebut datang dari saham emiten keuangan 4,70% serta kejatuhan saham sektor transportasi dan logistic 1,44%. Sektor lainnya justru berhasil cetak penguatan ditopang sektor teknologi dengan kenaikan 4,99% dan sektor konsumer primer.
Lima saham penyumbang terbesar terhadap penurunan IHSG pekan ini datang dari saham SMMA dengan penurunan sebanyak 32,27% menjadi Rp 15.375, BBRI turun 3,61% menjadi Rp 3.740, BMRI melemah 3,41% menjadi Rp 4.530, BBCA melemah 1,78% menjadi Rp 8.300, dan BYAN terkoreksi sebanyak menjadi Rp 18.600.

