WIKA Sukses Pangkas Utang Rp 6,26 Triliun di Semester I, tapi Kinerja masih Tertekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil memangkas utang usaha senilai Rp 6,26 triliun pada semester I-2025. Hal ini memicu total utang perseroan turun menjadi Rp 33,6 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 39,9 triliun.
Meski utang turun drastis, WIKA justru mencatatkan rugi bersih Rp 1,70 triliun hingga Juni 2025, dibandingkan laba bersih periode sama tahun lalu Rp 290,42 miliar. Penurunan sejalan dengan pelemahan pendapatan bersih dari Rp 7,53 triliun menjadi Rp 5,85 triliun.
Penurunan utang tersebut terjadi setelah dilakukan pelunasan pokok obligasi, sukuk, dan pinjaman perbankan sebesar Rp 5,60 triliun dalam kurun satu tahun terakhir. Perseroan menggunakan dana dari kas operasional untuk memenuhi kewajiban tersebut. Selain itu, WIKA juga menurunkan utang usaha kepada mitra kerja senilai Rp 660 miliar sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Baca Juga
Laba Unilever (UNVR) kembali Tergerus di Semester I-2025, Nilainya Jadi Segini
Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan pencapaian delapan substream program penyehatan keuangan yang tengah dijalankan perusahaan. Salah satu pilar utamanya adalah restrukturisasi keuangan, yang telah difinalisasi pada 28 Februari 2024.
WIKA juga mencatatkan kontrak baru senilai Rp 4,33 triliun pada semester I-2025 atau menurun 58% dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 10,24 triliun. Penurunan kontrak baru perseroan seiring kondisi pasar sektor infrastruktur dan adanya kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pada tahun 2025.
"Omzet kontrak di 2025 karena kondisi pasar kami sudah tertekan dari tahun 2024, ditambah lagi dengan kondisi adanya efisiensi, di mana ada kebijakan pemerintah yaitu Inpres No 1 Tahun 2025," kata Ngatemin saat media gathering di Jakarta, Rabu, (30/7/2025).
Adapun penjualan perseroan tercatat senilai Rp 5,85 triliun pada semester I-2025 atau turun 22% dari raihan semester I-2024 mencapai Rp 7,53 triliun.
Baca Juga
Top! Pendapatan Sentul City (BKSL) Melesat 105,23% di Semester I-2025, Labanya Segini
"Langkah ini mencerminkan pengelolaan kas operasional perseroan yang disiplin dan mandiri, serta upaya konsisten perseroan untuk terus menurunkan jumlah utang,” jelas dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan perbaikan arus kas turut didukung oleh percepatan penagihan piutang perseroan. Melalui pembentukan Divisi Asset Management dan mengintensifkan proses litigasi serta mediasi, perseroan berhasil menurunkan total piutang usaha sebesar Rp 1,33 triliun dalam setahun terakhir.
Selain itu, dalam pemilihan proyek baru, Ia mengatakan perseroan akan lebih selektif dengan mengutamakan kontrak berbasis pembayaran bulanan (monthly progress payment).

