Unsuspensi Saham NRCA dan BUVA, Penguatan bakal Tetap Melesat?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) mulai sesi I, Kamis (31/7/2025). Kedua saham akan diperdagangkan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Sebaliknya penghentian sementara (suspensi) dilakukan untuk saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) dipicu belum merilis laporan kinerja keuangan kuartal I-2025. Tambahan ini menjadikan total transaksi saham 59 saham emiten dihentikan sementara dengan alasan yang sama.
Baca Juga
TOBA Konsisten Genjot Energi Hijau, Meski Merugi Jumbo di Semester I-2025
Sebagaimana diketahui saham NRCA sebelumnya dikenaikan suspense saham akibat lompatan harga mencapai 233,88% menjadi Rp 1.015 dalam sebulan terakhir. Lompatan harga tersebut memicu dilakukannya penghentian sementara saham NRCA lebih dari satu hari bursa.
Begitu juga dengan saham BUVA, emiten portofolio Happy Hapsoro suami Ketua DPR Puan Maharani, juga sebelumnya dihentikan transaksinya dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data BEI, saham tersebut telah melesat lebih dari 158% menjadi Rp 194 selama sebulan terakhir.
Baca Juga
Terkait proyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/7/2025), BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, cenderung melemah dengan rentang 7.470-7.680. Tiga saham ARTO, INKP, dan TOBA direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal indeks berada di area upper bollinger band yang mengindikasikan overbought dan potensi koreksi ke support 7.470. Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi sentimen global, yaitu sikap The Fed yang kembali menahan suku bunga di 4,25–4,5% tanpa kepastian penurunan pada September.
Grafik Saham BUVA dan NRCA

