Penasihat Danantara Ray Dalio Sebut Emas dan Bitcoin Jadi 'Safe Haven', Kamu Harus Punya 15% Portofolio
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Seiring melemahnya mata uang fiat, alokasi 15% terhadap emas dan Bitcoin dinilai dapat mendefinisikan ulang portofolio. Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates yang dikenal sebagai sosok miliarder sekaligus Penasihat Badan Pengelola Indonesia Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bahkan menyoroti meningkatnya kepentingan strategisnya di dua instrumen tersebut.
Menariknya, rekomendasi alokasi portofolio sebesar 15% ini merupakan perubahan besar dibandingkan dengan saran Dalio pada 2022 yang hanya menganjurkan alokasi 1–2% ke aset kripto terbesar ini. Saran terbaru ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran atas utang publik. Menurut data terbaru dari US Debt Clock, utang nasional AS telah mencapai US$ 37,1 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 123,2%. Ia juga menyoroti bahwa pemerintah AS menghabiskan jauh lebih banyak dibandingkan dengan pendapatannya.
Ray Dalio hadir di episode The Master Investor Podcast bersama Wilfred Frost pada Minggu (27/7/2025) untuk membahas alokasi aset di tengah meningkatnya utang dan devaluasi mata uang. Ia memfokuskan sebagian percakapan pada Bitcoin. Ia menyoroti BTC sebagai lindung nilai yang berharga dengan relevansi yang semakin meningkat dalam lanskap ekonomi saat ini.
Baca Juga
Rosan Pastikan Ray Dalio Tetap Jadi Penasihat Danantara, tetapi...
Ia berpendapat bahwa mata uang fiat sedang memasuki periode penurunan struktural, serupa dengan tahun 1930-an dan 1970-an, yang dapat meningkatkan daya tarik aset keras. Ditanya langsung: "Apakah Bitcoin merupakan mata uang yang sah untuk dimiliki dalam lingkungan seperti itu?" Dalio menggambarkan Bitcoin sebagai "alat tukar dan penyimpan kekayaan," menekankan "yang terpenting" fungsinya sebagai penyimpan kekayaan.
"Jika Anda netral dalam segala hal, dengan kata lain, Anda tidak memiliki sudut pandang dan Anda mengoptimalkan portofolio Anda untuk rasio pengembalian terhadap risiko terbaik, Anda akan memiliki sekitar 15% uang Anda dalam bentuk emas atau Bitcoin," katanya melansir Bitcoin.com, Rabu (20/7/2025).
Investor legendaris itu bahkan mengaku dirinya sangat menyukai emas dan Bitcoin. Sementara para kritikus menyoroti volatilitas dan kerentanan Bitcoin terhadap regulasi, para pendukungnya menunjukkan sifatnya yang terdesentralisasi dan pasokannya yang terbatas sebagai pertahanan potensial terhadap erosi mata uang fiat.
Baca Juga
Ray Dalio Reaffirms Role as Advisor to Indonesia's Danantara Investment Authority
Dalio mencatat bahwa meskipun ia melihat manfaat dalam memegang Bitcoin, ia tetap berhati-hati tentang perannya dibandingkan dengan emas. "Bitcoin dianggap oleh banyak orang sebagai uang," katanya.
"Pendekatan saya sendiri adalah dalam portofolio saya, saya memiliki emas dan beberapa Bitcoin, tetapi tidak banyak," sambungnya.
Dalio juga menekankan konteks historis, dengan mencatat bahwa pada periode-periode sebelumnya dengan utang berlebih dan ketidakstabilan geopolitik, mata uang kehilangan nilainya secara bersamaan dan penyimpanan nilai alternatif menjadi penting.

