IHSG Melesat 3,17% Sepekan, Lima Saham Big Cap Jadi Motor Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan pesat mencapai 231,58 poin (3,17%) menjadi 7.543,50 dalam sepekan. Dari lima hari perdagangan saham pekan ini, empat hari mencatatkan penguatan dan hanya satu hari dilanda penurunan.
Berkat penguatan tersebut, IHSG kini telah mencapai level tertinggi baru terhitung sejak 1 November 2024 dan mendekati penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) level 7.788. Kenaikan indeks sepekan tersebut menjadikan kapitalisasi (market cap) BEI melambung menjadi Rp 13.519 triliun dengan rata-rata nilai transaksi sepekan Rp 16,09 triliun.
Baca Juga
Penguatan indeks pekan ini didukung kenaikan sejumlah saham big cap berikut, yaitu saham DCII melesat 41,52% menjadi Rp 346.725, SMMA naik 43,9% menjadi Rp 22.700, CDIA menguat 70,7% menjadi Rp 1.665, BRPT naik 9,73% menjadi Rp 2.480, dan ASII naik 5,26% menjadi Rp 5.000.
Adapun saham pemberat indeks pekan ini datang dari saham BREN turun 4,38% menjadi Rp 7.650, CUAN melemah 7,55% menjadi Rp 1530, BMRI terkoreksi 1,05% menjadi Rp 4.690, TPIA melemah 1,86% menjadi Rp 9.225, dan MBMA sebanyak 9,09% menjadi Rp 500.
Sedangkan kenaikan indeks dari sisi sectoral ditopang penguatan sektor teknologi sebanyak 14,41%, sektor infrastruktur sebanyak 7,20%, dan sektor industry 6,20%. Sebaliaknya penurunan hanya melanda saham sektor energi 0,45% dan sektor transportasi sebanyak 0,02%.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 12,6 poin (0,17%) menjadi 7.543 didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,66%, sektor infrastruktur 1,29%, sektor material dasar 0,88%, sektor industry 0,75%, dan sektor property 0,46%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor transportasi, kesehatan, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Trump Bilang Peluang 50-50, Uni Eropa Siapkan Paket Retaliasi Setara US$ 109 Miliar
Di tengah penguatan tipis tersebut, empat saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik 25% menjadi Rp 925, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) naik 24,74% menjadi Rp 2.370, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) naik 24,62% menjadi Rp 496, dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) naik 19,95% menjadi Rp 22.700. Kenaikan juga melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) sebanyak 20,91% menjadi Rp 133.
Net Sell Berlanjut
Pemodal asing terungkap masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 134,79 miliar, meskipun indeks mencatatkan lompatan pesat. Hanya saja nilai mengalami penurunan drastic dari torehan pekan sebelumnya dengan net sell sebanyak Rp 1,63 triliun.
Berdasarkan data penyumbang terbesar net sell saham pekan ini, yaitu saham BBCA sebanyak Rp 802,40 miliar, BMRI mencapai Rp 567,57 miliar, ANTM sebanyak Rp 210,48 miliar, SSIA senilai Rp 179,06 miliar, dan NSSS mencapai Rp 175,24 miliar.
Baca Juga
Media Konvensional Terus Bergerak ke Ekosistem Multiplatform
Kondisi berbeda justru dicatatkan lima saham berikut dengan torehan pembelian bersih (net buy) gemilang, yaitu ASII senilai Rp 567,16 miliar, BBRI sebanyak Rp 401,40 miliar, TLKM mencapai Rp 336,03 miliar, GOTO senilai Rp 217,52 miliar, dan UNTR mencapai Rp 197,15 miliar.

